10.09.2008

AZALEA (fiction)



20.45. 01.MARET.2008

[Sebuah kamar berukuran 4x4, berwallpaper biru muda di sebuah rumah bertingkat 2, Selatan Jakarta]

Azalea tertegun dengan pemandangan di depannya.
Sekujur tubuh terbaring lemah tak bergerak berpiyama hijau muda..
Darah berceceran disekitarnya....butir2an obat berjatuhan dibawah tempat tidurnya..

Ibu Azalea menangis histeris...
Meronta-ronta berteriak-teriak..dipelukan Ayah Azalea, sebelum akhirnya jatuh pingsan tak berdaya...
Ayah Azalea menangis sampai sesak...
Adik perempuan Azalea yang masih duduk di bangku SMP juga menangis sesenggukan...
Mbak dan Bibi yang bekerja disana berdiri bagai patung di balik pintu.
Ketakutan.
Mereka semua tak habis pikir mengapa ini terjadi.

Tubuh itu tubuhnya.
Tubuh Azalea..


18.50 01.MARET.2008

[Sebuah kamar berukuran 4x4, berwallpaper biru muda di sebuah rumah bertingkat 2, Selatan Jakarta]

Azalea baru saja selesai membaca novelnya.
"Veronika decides to die" judulnya...Karya Paulo Coelho.
Tentang Veronika yang gagal mati setelah usaha bunuh dirinya.
Azalea bertanya-tanya dalam hati.
Tentang kemungkinan2 seseorang melakukan tindak bunuh diri.
Tidak mungkin terjadi pada Azalea.
Hidup Azalea, (sama seperti Veronika dalam buku) baik2 saja.
Azalea mendapat beasiswa di salah satu universitas ternama di ibukota Perancis.

Azalea lulus lebih dulu dibanding teman2 seangkatannya dan nilai yang sangat memuaskan.
Diumurnya yang ke 26, Azalea menempati posisi yang bikin banyak orang iri di perusahaan multinasional tempat ia bekerja.
Nominal gajinya yang mencapai 8digit, membuat Azalea dapat memenuhi lemari sepatunya dengan banyak pasang sepatu Christian Louboutin kesukaannya.
Keluarga Azalea mempunyai kebun kelapa sawit berhektar-hektar di pulau Sumatra.
Ibu Azalea hobi mengoleksi berlian dan membekali kedua anak perempuannya dengan perhiasan2 yang berkilau.
Ayah Azalea memanjakan kedua putrinya dengan segala fasilitas kelas A, walaupun Azalea sudah dapat menghasilkan uang sendiri.
Masalah percintaan, Azalea belum ingin menikah.
Azalea anti komitmen, walaupun banyak pria mengejarnya.
Azalea cukup bahagia dengan banyak hubungan tak berstatusnya. Dia tak butuh pengakuan, yang Azalea butuh hanya kebutuhan jasmani dan rohaninya terpenuhi.
Yang paling penting adalah cinta di keluarganya, Ibunya, Ayahnya, Adiknya.
Dan sejauh ini, Azalea mendapatkan semuanya.
Semua orang iri akan Azalea.
Azalea hidup bahagia. Azalea bahagia.
Setidaknya itu yang Azalea ingin orang-orang tahu.


17.07 24.FEBRUARI.1998

[Halaman belakang sebuah gereja tua kosong tak terpakai, Pusat Jakarta]


Nafas Azalea memburu. Dadanya sesak.
Matanya memanas. Airmatanya mulai berjatuhan.
Terasa keringat bercucuran membasahi seragam SMAnya.
Perutnya mual berputar-putar.
Azalea ketakutan. Azalea ingin berteriak, tapi suaranya tak keluar.
tak kuasa melawan anak setan yang menyerangnya.

Anak setan itu bernama Lukas.
Tiga tahun lebih tua. Putus sekolah. Beda agama.
Lima bulan sudah, Azalea diam-diam menjalin hubungan dengan Lukas.
Lima bulan yang hari ini akan Azalea akhiri.

Anak setan itu mendorong tubuh Azalea dengan kencang ke tembok berlumut gereja tua kosong tersebut.
"Brengsek, kamu kira kamu bisa pergi dari aku begitu aja! Sampai kapanpun aku ga mau putus sama kamu! Pasti kamu selingkuh kan? Kurang ajar kmu!"
Anak setan itu berteriak. Memaki. Mencekik leher Azalea.

Nafas Azalea tambah sesak. Matanya berkunang2.
Azalea menjawab dengan rintihan.
"Aku ga selingkuh dari kamu. Tapi kita ga bisa sama2 lagi...Lepasin aku, please..."
Azalea memohon.
Tangisnya semakin kencang. Seragam SMAnya sudah kuyub dengan keringatnya.
Lukas memanas mendengar jawaban Azalea.
Matanya semakin liar bagai setan terbakar api.
Lukas melepaskan cekikannya.
Semakin mendorong tubuh Azalea. Mencium dan menggigit bibirnya.
Azalea merasakan darah mengucur dari bibirnya.
Azalea coba meronta untuk lari. Tapi setan itu berbadan besar bertenaga kuda.
"Kamu ga akan lepas dari aku Lea!"
Teriak anak setan tersebut.

Yang terjadi selanjutnya blur di ingatan Azalea.
Azalea hanya merasakan sakit..sakit dan sakit yang semakin menjadi.
Lalu muka anak setan itu berubah perlahan menjadi abu-abu dan semuanya tiba-tiba hitam.
Azalea pingsan.
Terbaring di halaman gereja tua kosong.

Abused.
Raped. Forcedly Deflowered.





18.05 24.FEBRUARI.1998

[Halaman belakang sebuah gereja tua kosong tak terpakai, Pusat Jakarta]


Azalea terbangun. Membuka matanya perlahan.
Anak setan itu sudah tidak ada.
Gereja kosong itu sepi, tak seorang pun datang atau sekedar lewat.
Terdengar bunyi adzan maghrib dari kejauhan.
Matahari sudah tenggelam. Langit mulai menghitam.
Halaman belakang gereja kosong itu remang-remang.
Azalea merintih. Kesakitan.
Seluruh badannya sakit ketika ia mencoba gerakkan.
Seragam SMAnya basah.

Azalea berusaha duduk perlahan-lahan dan berteriak kesakitan.
Tak ada satupun manusia di sekitaran halaman gereja itu.
Tak ada pertolongan.
Hanya rasa perih yang menjawab tiap rintihan permintaan tolongnya.
Azalea mati-matian berdiri.
Dia berjalan sangat perlahan sambil menahan segala sakit.
Terasa dikakinya mengucur cairan.
Tapi Azalea, tak ambil pusing lagi.
Azalea berjalan menahan sakit menuju pelataran parkir gereja kosong tersebut.


18.30 24.FEBRUARI.1998

[ Sebuah mobil starlet berwarna hitam. Pelataran parkir gereja tua kosong tak terpakai. Pusat Jakarta ]

Azalea merintih seraya menyenderkan badannya ke sandaran mobil.
Azalea menyalakan lampu mobilnya dan menunduk melihat badannya.
Rok abu-abu SMA tersebut sudah tidak berwarna abu-abu lagi.
Abu-abu kemerahan.
Penuh bercak-bercak darah yang menebarkan bau tak sedap di mobil starlet hitam pemberian Ayahnya.

Azalea tidak menangis. Tidak mengeluarkan air mata.
Azalea hanya mengumpat karena badannya susah digerakkan.
Azalea men-starter mobilnya.
Pikirannya kosong.
Azalea diam mematung dibalik kemudi mobilnya.
Perih dari bagian bawah tubuhnya terasa mengiris.
Masih terasa darah mengalir diantara kedua kakinya.
Tapi...
Azalea tidak menangis. Airmatanya beku. Pikirannya kosong.

Semenjak hari itu Azalea tidak pernah menangis lagi.




21.00 20.OKTOBER. 2006


[Sebuah apartemen, di daerah Chemin Vert, satu stop dari Bastille, Paris, Perancis]


Azalea melamun.
Alunan suara Michael Buble mengalun dari ipod speakernya.
Sebuah kantong kertas bertuliskan Louis Vuitton tergeletak belum terbuka dibawah meja tulis Azalea.
Diatas meja , sebuah kotak berisi coklat berbentuk hati.
Masih utuh tak tersentuh.
Disamping kotak coklat tersebut, sebuah tempat cincin berwarna merah muda, juga berbentuk hati.

Disulutnya rokok marlboronya.
Dihisapnya dalam-dalam, tanpa peduli pesan Ibunya agar ia berhenti merokok.
Azalea mengambil dengan kasar botol red wine dimeja tulisnya dan menuangkannya.
Kotak cincin berwarna merah muda berbentuk hati itu jatuh terkena sikut Alea.
"Criiing...."
Azalea, hendak beranjak memungutnya, tapi tak kuasa.
Cincin mungil itu begitu cantik. Bermata satu. Berlian. Berkilau.
Impian setiap perempuan.

Satu tetes airmata menetes dari pelupuk matanya.
Gelas wine itu pecah, terjatuh dari tangannya.




17.15. 20.OKTOBER.2006


[Sebuah bangku taman, Cathedrale Notre-Dame de Paris, Perancis]



Sore itu Azalea menikmati udara musim gugur Perancis.
Azalea sudah duduk manis di sebuah bangku taman, di depan gereja itu.
Kali ini bukan gereja kosong.
Gereja ini besar, megah dan indah. Selalu dipenuhi ribuan pengunjung setiap harinya.
Gereja NotreDame, Paris.
Azalea duduk manis ditemani sebuah kantong kertas berwarna coklat bertuliskan Louis Vuitton hasil belanjanya siang tadi.

Baru lima menit Azalea duduk, sosok familiar itu sudah terlihat jalan mendekat.
Sosok itu memegang dua buah bungkusan, yang satu bungkusan makanan, satu lagi entah apa.
Vino. Nama dari sosok itu.
Berkulit agak putih, berwajah tampan seperti orang Arab, walaupun dia Indonesia asli.
Azalea tersenyum senang.
Vino mendekat. Mencium kening Azalea.
"Sayang ini aku beliin falafel kesukaanmu...." kata Vino
" Merci, mon cher...." jawab Azalea sambil dengan semangat membuka kantong berisi makanan kesukaannya itu.

Azalea dan Vino duduk berdua di bangku taman, menikmati keindahan kota Paris, menyantap falafelnya dengan perasaan berbunga-bunga penuh cinta.

Hari itu, sudah tepat tiga tahun Azalea dan Vino bersama-sama.
Mereka bertemu di Charles de Gaulle airport, ketika Azalea sibuk mengurus salah satu bagasinya yang hilang.
Sejak hari itu mereka berteman dekat.
Lalu 3 bulan kemudian berpacaran.
Vino juga berasal dari Jakarta. Vino tempatkan oleh perusahaan tempat ia bekerja di Paris.
Empat tahun lebih tua dari Azalea. Dari keluarga baik2. Karir yang cemerlang.
Baik hati. Penyayang. Penuh Cinta.
Vino (hampir) bagaikan mimpi untuk Azalea.
Tiga tahun berpacaran, tak sekalipun Vino mencoba menyentuh Azalea.
Azalea tak pernah bertanya ataupun meminta.
Dia diam saja menikmati cinta yang dihujani oleh Vino.
He loves her.She loves him.

"Azalea, i want you to marry me....veux-tu m'eposer, ma belle?"
Azalea kaget. Ia tersedak. Terkejut. Tiba-tiba takut.
Azalea bengong. satu menit. tiga menit. lima menit.
"Azalea...azalea...darling....kamu baik2 aja....? u'd say yes, wouldn't you?"
kata Vino sambil tetap tersenyum.
Azalea tergagap.
"Of course, I would...." menjawab datar dan tersenyum.
They kissed.


19.15 20.OKTOBER.2006

[(tetap di) Sebuah bangku taman, Cathedrale Notre-Dame de Paris, Perancis]

Vino menangis.
"Kamu bohongin aku Lea........kenapa?kenapa?" disela tangisnya Vino berkata.
Azalea memandang lurus ke mata Vino.
"Aku ga pernah bohongin kmu. Kamu ga pernah tanya..."
Azalea menjawab datar.
Vino beranjak dari duduknya.
"Maafin aku Lea, I love you but I cant marry you......" Vino berkata sambil memandang ke arah mata Azalea.
Tubuh Azalea bergetar. Merasa ingin menangis. Tapi tak satupun airmata keluar dari matanya.

Vino tetap menunggu Azalea bicara.
Azalea membuka mulutnya, tetap memandang lurus ke mata Vino
"Kenapa? coz I'm not a virgin?!Cuma gara2 itu??!!" kalimat itu ketus keluar dari mulutnya.
Vino diam. Airmata tetap menggenang diujung matanya.
Nafas Azalea mulai memburu. Dadanya seperti ketiban benda berat.
Dia mau berteriak marah.
"Please just leave, Vin.....aku ga butuh cowo berotak dangkal kaya kmu!"
Vino berdiri dari duduknya.
Memandang Azalea. Mencium kening Azalea.
"Maafin aku Azalea, cinta aku suci buat kamu, aku juga berharap kamu bisa memberiku hal yang sama. Kamu simpan saja cincinnya....."
Muka Azalea memerah. Ia mau marah.
"Pergi!!!" kata Azalea.
Vino membalikkan badannya. Berjalan menjauh. Tak menengok lagi.
Seolah-olah tiga tahun terakhir hanya mimpi.
Vino berjalan menjauh.
Menghilang dari pandangan Azalea.
Menghilang dari hidup Azalea. Selamanya.




19.05. 01.MARET.2008


[Sebuah kamar berukuran 4x4, berwallpaper biru muda di sebuah rumah bertingkat 2, Selatan Jakarta]

Tanpa tahu kenapa.
Azalea menelan beberapa butir obat tidurnya.
Tidak terasa apa-apa.
Entah ide dari mana. dia memainkan cutter berwarna merah di pergelangan tangan kanannya.
Darah segar mengalir.
Merah. berbau aneh.
Azalea merinding. Teringat si anak setan bernama Lukas.
Teringat bercak-bercak darah kesuciannya di rok SMA abu-abunya.

Entah karena apa. Azalea merasa melayang.

Azalea bunuh diri.
Tanpa surat untuk Ayah Ibu. Tanpa rencana. Tanpa merasa depresi. Tanpa ingin mati.
Azalea bunuh diri.
"Forgive me God for I have sinned...."



20.45. 01.MARET.2008


[Sebuah kamar berukuran 4x4, berwallpaper biru muda di sebuah rumah bertingkat 2, Selatan Jakarta]

Azalea tertegun dengan pemandangan di depannya.
Sekujur tubuh terbaring lemah tak bergerak berpiyama hijau muda..
Darah berceceran disekitarnya....butir2an obat berjatuhan dibawah tempat tidurnya..
Ibu Azalea menangis histeris...
Meronta-ronta berteriak-teriak..dipelukan Ayah Azalea, sebelum akhirnya jatuh pingsan tak berdaya...
Ayah Azalea menangis sampai sesak...
Adik perempuan Azalea yang masih duduk di bangku SMP juga menangis sesenggukan...
Mbak dan Bibi yang bekerja disana berdiri bagai patung di balik pintu.
Ketakutan.
Mereka semua tak habis pikir mengapa ini terjadi.

Tubuh itu tubuhnya.

Tubuh Azalea..





21.20. 01.MARET.2008


[Unknown location]


Azalea berusaha membuka matanya.
Blur....blur...dan blur....
Ada sedikit cahaya.
Tapi tetap pandangannya blur...
Terdengar suara-suara...tapi semuanya blur...
Terlihat bayangan Ayah, Ibu dan Adik perempuannya..
Badan dan mukanya terasa ditempeli selang2...
Bau obat2an rumah sakit...
Tapi semua blur....

Azalea bingung.
Dimanakah ia?
Yang Azalea ingat tanpa rencana, dia bunuh diri.

Azalea bingung. Apakah ini ruang gawat darurat? Apakah ia sudah mati? Atau apakah ia terbangun dari mati?

Tak ada yang menjawab.
tak ada yang menerangkan.

-THE END-

[Semua nama tokoh dan karakter hanya rekayasa. Cerita ini seratus persen rekayasa penulis]





*1 in every 3 girls and 1 in every 4 guys are abused by the age of 18.

*Suicides among young people nationwide have increased dramatically in recent years.

*Suicide is the third leading cause of death for 15 to 24 year olds.

(various sources, 2008)


10.05.2008

Idul Fitri. 2008

As i grow older, hari raya yang spesial ini mempunyai makna yang semakin berbeda...
Tahun ini, sudah tahun 2008, my age is approaching my mid twenties, dan makna lebaran tahun ini entah kenapa terasa berbeda...

Teringat dulu sewaktu kecil..Lebaran adalah hari spesial yang tiap tahunnya sangat saya tunggu2 (well, second place after my birthday =p)...Sewaktu kecil, memasuki bulan puasa, artinya "bargaining time" dengan Ibu saya. Tawar menawar reward apa yang saya akan dapatkan dari puasa...Hehe...Well, saya rasa standard anak kecil yah, semangat puasanya karena dijanjikan banyak hal...Selain "imbalan" atas puasa, hal lain yang saya kecil tunggu2 adalah belanja baju baru dan tentunya THR dan salam tempel...Dan semua itu tentunya membuat saya kecil hepi...

Saya yang memasuki usia remaja, mulai being neglectful dengan bulan puasa dan lebaran...Tidak penting masalah reward, saya puasa sekalian diet, Ibu saya pun sudah tidak terganggu lagi dengan rengekan saya yang meminta imbalan atau menagih baju baru...Saya sibuk dengan teman2 saya, kegiatan saya...I was busy with my own state of life..

Tahun ini, tahun 2008, Lebaran pertama buat saya after being a single gal. tujuh tahun berturut-turut kebelakang, dari 2001, 2002, 2003, 2004, 2005, 2006, 2007, bulan puasa dan lebaran saya disibukkan dengan jadwal wajib saya dan pasangan (baik dari pacar main2 jaman SMA atau pacar agak serius jaman setelah SMA) dan satu kali lebaran dimana saya ada di lain benua (dan tetap disibukkan dengan keribetan saya dan pasangan)....dari hari2 puasa, malam takbiran dan lebaran biasanya diisi dengan keribetan...ribet mau buka puasa dimana, ribet malam takbiran mau kemana, ribet mau berkunjung ke rumah orangtuanya hari lebaran keberapa, ribet mau kirim apa sampai ribet untuk berantem akan hal2 yang tidak penting...bla bla bla...selalu seperti itu...sampai tanpa saya sadari bertahun2 kemarin, I ignored my own family and just fussed over petty things between me and my man...

Tahun ini, tahun 2008....saya tersadarkan akan hal2 indah yang selama ini saya kesampingkan...keluarga saya. Bapak saya, Ibu saya, Ibu asuh saya..tersadarkan akan serunya persiapan lebaran dan hari Lebaran itu sendiri...Dari kegiatan wajib Bapak saya, yang tiap tahunnya selalu membuat ketupat ketan favorit saya from the scratch, dari beli daunnya, buat sarang ketupatnya, masak ketupat ketannya sampai bikin ketan hitamnya, he did it all by himself....Ibu saya dan kebawelan, keribetan dan ke -neat freak-annya....Hebohnya bangun pagi2 dirumah saya untuk berangkat sholat Ied...Kebawelan Ibu saya yang selalu mengingatkan saya untuk Mohon maaf sama beliau karena saya banyak dosa katanya =p...Rumah saya yang selalu berantakan dan seperti kapal pecah setelah seharian open house menerima tamu...dan lain lain dan lain lain...Segala hal, yang ternyata kalau dinikmati menjadi SERU!
So this year I spent Lebaran's eve at home,, membantu2 seadanya..instead of berkeliling ga jelas di malam takbiran...and you know what? I found myself happy doing that...and it made me give more value to these things that only happen once a year...

Dan somehow lebaran kali ini terasa lebih berarti dan membuat saya merasa lebih bersyukur akan hal2 yang saya miliki...Keluarga saya...Sometimes, the big precious things near us are easily ignored...Dan buat saya, ternyata putus cinta dengan laki2 membuat saya tersadar kalau apapun yang terjadi, keluarga saya selalu ada buat saya, unconditionally...Dan kesendirian saya membuat saya sadar bahwa keluarga saya is the most precious thing that I have and I am grateful to have them in my life..And compare to having a man, having my family around me is unarguably more precious...

Tahun ini, Lebaran 2008. I feel blessed to have my dad, my mom, my lifetime nanny and all my family gather together and celebrate this special holy day...
Dan dalam hati saya berjanji...tahun2 ke depan...whoever i'll be dating, there will be no more ignorance to my family....and hopefully i'd be able to keep my promise =D

Selamat Hari raya Idul Fitri.Minal Aidin Walfa Idzin. Mohon Maaf Lahir Batin


(My dad's own making "ketupat ketan"..My favorite!)

My Journal, October 2nd 2008

10.02.2008

My St.Martins Family


[Vira, Me, Bejo, Adit ; Bejosci's farewell trip to Liverpool, 2007]


Intro.

Cerita saya kali ini (lagi-lagi) tentang (salah satu dari beberapa)Persahabatan yang Tuhan anugrahkan untuk saya dalam hidup saya....Kenapa saya bilang anugrah? Karena I personally think that finding people whom you actually care about and who actually care about you is a huge blessing. Dan cerita saya kali ini...Sahabat-sahabat saya yang seiring dengan berjalannya waktu dan beragam suka duka yang kita lalui, have become my family....A new family that I found thousand miles away from home....

Cerita ini tentang persahabatan saya, Bejo, Vira dan Adit. Four weird people who ended up living together in an apartment called St.Martins Gate Apartment.

My Story.


[The Four of us @my room, jarratt hall]

Hari itu, sekitar tanggal belasan di bulan Januari 2008. I was at Birmingham International Airport. Tapi kali itu beda dengan yang sudah sering saya lakukan dalam lebih dari satu tahun belakangan itu(-mengantar mereka yang mau pulang ke Tanah air), hari itu yang saya antar adalah the last person whom I had been counting on for the last few months. ADITO. The grumpy old man! Yang mengantar Adito hari itu lumayan sepi, yang pasti semua anak2 sudah pada ngumpul malam sebelumnya untuk farewell Adit. I couldn't help not to cry when he was about to go inside the departure gate...Walaupun Adit udah ngomel2 ngedumel2 biar saya gak nangis..but I just couldn't help it...Lengkap sudah semua sahabat-sahabat saya meninggalkan UK dan pulang ke rumah masing2 di Jakarta. And there I was, feeling lonesome for not having any close friend to count on.....and of course, far away from where my real home is...

Setelah Bejo dan Vira yang sudah duluan pulang ke Indonesia, adit was the last one. Dan saya menjadi seperti anak ayam kehilangan induknya deh =(


Pertama kali kenal Adit, -si gendut yang grumpy, cranky and filthy tapi baik hati- HOHO:

[Di sekitaran gerbang masuk Jarratt Hall -our residence hall]

Me (jalan keluar dorm. mau pergi to a party with a friend. wearing long shirt, thighs and black boots. bumped into Adit yang lagi berdiri2 dekat notification board) : "Hi! Nanda...." (dalam hati berpikir: 'oh ini toh Adit yang diomongin anak2 ga ngerti cara pake friendster and YM')
Adito: "Adit...."
[setelah beberapa kalimat perkenalan basa basi....Adit started to stare at me from head to toe with a really weird look]
Adito :"Lo mabok ya?"
Me : (bingung. masih sore and sober 100% kok) "Nggalah!"
Adito : (ga puas dengan jawabannya) "Abis nyimeng ya kok matanya turun gitu???"
Me : (mulai mikir:"duh ni orang baru kenal nyolotin banged!!") "Ngga! ngerokok aja ngga, nyimenk dari mana!"
Adito: (masih ga puas dengan jawabannya. tetap ngeliatin dari atas ampe bawah. lalu memborbardir dengan pertanyaan selanjutnya) "Lo udah lama tinggal di UK?"
Me : "Ngga gw juga baru dateng...."
Adito : (nada ga percaya dan tetep pasang muka aneh) "Kok gaya lo British amet siyh?!!pake2 spatuu boots segala??!!"
Me : (bingung. I mean come on, its cold and what is it about wearing boots???!) "Heh emang kenapa????"

Kira2 begitulah scene perkenalan saya dan Adit. Awal yang lumayan nyolotin. Tapi akhirnya dimaklumi karena ternyata bukan saya saja yang mengalami perkenalan yang aneh sama Adit (another friend of mine dikira Adit salah satu TKI ketika sama2 transit di Dubai, hoho).


Pertama kali kenal Bejo -My brother, si sabar dan lelet-:

Pertama kali pindahan ke Jarratt Hall, ketika mau naik ke kamar saya yang terletak di lantai 3, saya melihat sesosok orang Melayu lagi ngerokok di lantai bawah. Well, dia ga negor, senyum2 aja. My dad, who happened to see him as well bilang sama saya "Tuh, dibawah ada anak Indo juga...." Tapi saya ga yakin karena si cowo Melayu ini gak negor (padahal dia denger saya and my parents were actually speaking Bahasa). "Ngga ah. Mungkin anak Malay..orang ga negor kok" jawab saya pada papa saya.

Hari kedua (kalau tidak salah) akhirnya saya kenalan juga sama si orang melayu yang gak taunya bernama Bejo ini ketika daftar ulang kampus di Aston Webb. Well sebenernya namanya Firli, entah kenapa nama2 bagus2 diganti bejo...(setelah lama kenal, saya ngerti juga kenapa dia sukanya dipanggil Bejo, mungkin karena kebiasaan bengongnya yang ga bisa ditolong...). Ternyata Bejo dan saya sama2 "orang awak" atau orang Padang tok2. Alhasil, ibu bapak saya (merasa satu kampung) jadi seneng deh ama Bejo. jadilah saya dititipin ke Bejo (hmph! andaikan mereka tau itu pilihan yang salah dan menjerumuskan! HAHAHA)

Pertama kali saya kenal Vira -Well, bingung mau nyebut dia apa. Si otis lah pokoknya....hahaha-:

Awalnya kenal waktu pre departure di hilton hotel Jakarta. Lalu menjelang berangkat ke UK saya sempet telpon2an...yang pasti saat itu Vira lagi sibuk sama kawinan kakaknya, jadi heboh sendiri waktu kita telponan. saya ampe bingung. Huhuu....Dan ketika sampai di UK, Vira adalah temen perempuan Indonesia kedua saya setelah Silvie, yang saya juga kenal dari IBEC (our education agent).

Everything started in a (far from beautiful) city called Birmingham. Kita semua adalah pelajar Indonesia yang terdampar di Birmingham. Second largest city in England, but turns out rada basi...dengan konsep kota yang ga jelas (modern bukan, kuno dan historis bukan)dimana setiap kaki melangkah ketemu 'Tungs' (sebuah kata yang entah ditemukan oleh siapa, tapi sudah menjadi kata2 yang dipakai turun menurun oleh para mahasiswa indonesia untuk mendeskripsikan orang2 india, pakistan dan sejenisnya).

Hiburan yang ada di Birmingham? Hmph...sewaktu saya masih menjelajah Birmingham sebagai turis, yah paling visiting The Cadbury World...pabrik coklat Cadbury which is located in Bourneville (only one stop by train from our residence halls). But when I actually lived there....entertainment rasanya menjadi semakin berkurang, hanya seputar City Center (yang merupakan andalannya Birmingham dengan patung Bull dan gedung Selfridges&Co-nya) dan paling Broad St. Jadi cuma bisa ke city center dan belanja sampai sore saja.....bahkan Starbucks pun tutup jam 8malam...Habis itu paling makan di China Town, dengan resto2 andalan anak2 indo brummies yaitu The village, Malaysian Delight, Peach garden (i dunno whether i spell it right or not) atau Soya. Nah buat yang seneng clubbing (like myself), paling bisa mencari hiburan dengan pergi ke bar atau club....Buat yang ga suka clubbing seperti Adit, hmm bisa pergi ke strip club (dengan diskon kartu student) yang namanya LegsEleven....(Hmm, ga suka clubbbing tapi sukanya strip club, gimana tuh??haha)

Nah, berhubung di Birmingham ini saya, bejo, adit dan vira satu kampus...satu residence halls (JARRATT HALL)....jadilah sering bareng2....

Aditoo...adalah om-nya anak2...umurnya paling sepuh...dengan pengalaman paling banyak (jam terbang tinggi). Adit sholat 5 waktu. Dimana pun kapan pun. Pokoknya kalau belum kenal kayanya paling taat sedunia. Hoho. Hobi utama :Marah2. (Level of crankiness: very high and barely curable). Agak sedikit clean freak dan neat freak untuk ukuran laki2. Rutinitas di kamar mandi : Moaning (only him and God knows why =p). Paling hobi bawel2in saya biar ga manja sama bejo, dan ga cape2nya marahin bejo kalau manjain saya. Very attentive to details. Dan andalan semuanya buat ngurus2 paperworks ( dan as it happened membuat dia jadi tambah cranky!). Suka masak dengan menu andalan pasta.

[Me&Adito @Our apartment. St.Martins Gate Apartment]

Vira..my grumpy big sis...satu jurusan sama saya...Walaupun beda hobi (saya hobi hang out, vira hobi ngerem dikamar). tapi kita berdua sama2 hobi shopping...hobi makan banyak (dengan menu kencanandalan kami di EkaChai: Crispy duck slad dan egg fried rice)..Vira suka autis, atau hilangdengan dunianya sendiri...(contoh: ngakunya bikin tugas dengan setumpuk buku drperpustakaan bikin orang lain jadi kejat kejut minder, ga taunya lagi stalking friendster atau facebook orang lain di kamarnya)..Kalau tidur super duper susah dibangunin, dan kalaudibangunin selalu marah2..jadi biasanya daripada kena semprot, biarin aja dia bangunsendiri....Rajin ke perpustakaan. Clean freak dengan level yang cukup tinggi tapi tolerable.

[Me and Vira, on our way for an unimportant shopping trip to London]

Bejo...abang andalan saya. Walaupun lelet dan pemalas, tapi selalu setia membantu saya dan vira dari bawa cucian baju yang udah berminggu ditumpuk...bawa belanjaan dari Sainsbury (a supermarket, about ten minutes walking distance from where we lived)...benerin komputer..etc etc. Bejo punya kebiasaan aneh yaitu menghilang, like totally menghilang dari peredaran kalau lagi bete. He actually could lock up himself in his room dan makan makanan kering dari supermarket selama 3hari berturut2..Dan pernah satu kali bahkan flatmate-nya nanya ke saya apakah bejo masih hidup atau udah bunuh diri di kamar. Hohoho. Hobi makan babi (padahal muslim). Biasanya malem2 saya dan bejo bisa telpon2an berjam (dengan telpon gratisan residence hall tentunya) dan sebenernya ga ngomongin apa2, kadang malah saya sibuk nyanyi2 sendiri, dia juga. Hobi bermalas2an. Tingkat ke-lelet-an: sangat tinggi. Suka masak dengan andelan rendang pake bumbu instan. Hobi minum bir, andalannya stella artois.

[Bejo n me, My 23rd birthday dinner @ Thai Edge, Bham]

Dan saya sendiri...?? hohoho....they'd be able to describe me better. Manja sama bejo (kebiasaan minta tolong ini itu). Moody. Suka ngedumel and complaining. Barang2 printilannya paling banyak sampe kamarnya sempit dan pas pindahan paling bikin repot. Males masak (menu andalan kornet goreng pake cabe dan sayur rebus pake mentega) Hoho. Penakut parah. Ribet. dan...titik titik titik...................................(let them fill in the blank)

Biasanya kalau sudah ngumpul....lama2 omongan dan joke2nya makin vulgar...ditambah dengan yang paling sepuh dengan jam terbang paling tinggi. Hihihihi. Adit (yang paling taat dari kita ber4) walaupun punya banyak cerita tapi anti berbuat maksiat sepert miras. Kalau mengutip kata adit, dosa tuh harus dipilih2 mana yang worth it mana yang engga...Hahaha.
There was this one time, ketika saya, bejo dan vira lagi ngumpul di kamar Adit, dan mulai minum white wine. Adit menolak keras minum wine, dosa katanya...dari cuma ngeliatin dengan muka mupeng (walaupun dia denial)...lalu bertanya..."eh enak ga wine-nya?" dan menolak ketika ditawarin nyoba...sampai akhirnya sewaktu kami ber3 agak lengah (tapi tetep juga caught in the act) adit minum satu teguk saja....Lalu langsung jumped into his shower (padahal udah lewat tengah malem) dan mandi wajib...Haha...and the three of us laughed outloud...pastinya! Kurang aneh apa coba???!!
Bejo dengan hobi minum bir-nya, juga ada kenangan lucunya. Waktu itu dia telpon saya berkali2. Bilang.."Nda.....aku mabiks nihhh minum bir, pusinggg" lalu ngerasa dia berlebihan saya cuekin aja and i just said "Ah kampung kamu ah bang...minum bir satu kaleng aja mabiks" tapi karena telponnya yang bertubi2 akhirnya saya pun dateng ke kamarnya...Dan yah bener aj dia mabiks, minta dibuatin teh...eh pas dibuatin teh ditumpahin lah itu ke baju2 barunya dan his undies...hoho....dan dia tetep dengan kemabiksannya di tempat tidur, alhasil saya jemurin itu baju and undies dia...huhuhu....
There was this one time, waktu saya adit dan bejo, pergi beli kardus (untuk kontainer) tapi lupa menelpon vira...lupa juga udah janji ama vira buat bareng...Hoho...lalu tiba2 aja vira nelpon nangis2 dan marah2 (dan awalnya kita merasa innocent dan ga ngerti kenapa dia tiba2 nangis2 kenceng)...huhuhu...lalu musti satu2 deh bujuk si vira.....dan pastinya bujuk vira itu kerjaan berat deh...hehe...

Although each of us has our own flaws, but we took care of each other very well. Walaupun adit selalu marah2 sama saya, but I do know he cares a lot...Contohnya walaupun ngomel2 pas dini hari saya nelpon, bilang sakit maag saya kumat dan ga ada makanan...tetep aja dia akhirnya dateng bawain makanan....Bejo juga, walaupun selalu lelet dan males2an..but he's always there everytime i need a shoulder to cry on..Dan vira, mau ngambek2an kaya apapun, we always ended up baikan lagi entah gimana caranya and she's been like a sister (that i never had before) for me...

For me, they have been my substitutes for my family....people that I know I can count on, whatever the condition is....
Dan tanpa terasa, time did fly....sudah satu tahun lebih kita sama-sama.....Satu persatu, mereka harus pulang... Dari bejo yang pulang duluan karena (alhamdulilah) cepat dapet kerja....Vira yang pulang bareng orang tuanya setelah wisuda.....dan terakhir....Adit, yang pulang pada awal Januari 2008....
Dan saya....akhirnya menyusul 2bulan kemudian.

Cerita persahabatan kami terlalu panjang kalau harus dijabarkan semua....We got different funny stories each and everyday..Its been months, since we moved back home and live our own lives...I cant describe how much I miss our times together...Walaupun di Jakarta kita tetap rutin bertemu, but there are many different things compare to living under one roof together....It was valuable experiences....all the sharing, the laughters, the fights, the mess, the fuss...whatever..that we had together at St.Martins.....Experiences that have made me realize how worthy a friendship is.
And now i realize, they are not substitutes for my family anymore, but they have become additional families for me here....



[Snow @Jarratt Hall] [Bejo's departure @Bham Intl Airport]



[Adit's bday @jarratt hall] [Vira n bejo, random moment @the village]


For me, i am so happy that i dont just bring a MSc degree back home to Indonesia, yet I found new friendships that apparently have become significant parts of my life....From the three of them I learnt a lot...Its a blessing to find true friends...
And I know i am lucky to have one!


[The four of us @The Beatles Museum, Liverpool]

For Vira Tamin, Firli Syafriza and Aditya Prakasa
With bunch of luuuuvvvvv.................
X0X0.

Nda.

Tragedi Seorang Miya (Fiksi)



Ini cerita tentang Miya.
Miya, 37tahun, seorang istri kedua. Berjilbab dikepala. Beranak tiga. anaknya satu perempuan dua laki-laki. Istri pertama suaminya ada di Sidoarjo. Jadi di Jakarta, Miya sang nyonya. Hidupnya pas-pasan. Dengan gaji suami yang harus dibagi. Orang tua Miya sudah tiada. Keluarga miya tinggal satu, Pak De-nya, seorang pengacara sukses di Jakarta. Tapi Miya benci Pak De-nya. Buat Miya, orang kaya itu bentuk ketidak adilan Tuhan. Kenapa Pak De dan keluarganya tidak pernah kekurangan, sedangkan Miya hidup susah?

Malam itu

Miya berjalan dengan sikap waspada. Celingak celinguk kanan kiri. Waspada terhadap orang2 sekitar. takut ketahuan.
Miya turun angkot berwarna merah bernomor 34 itu. Miya berjalan masuk gang kecil tanpa nama tersebut. Persis seperti instruksi yang dia dapat. Ujung gank, pagar hitam. Konon rumah berpagar hitam diujung gank tersebut adalah kediaman si Mbah. Mbah dukun serba bisa, katanya.
Miya memantapkan langkahnya. Berusaha menghilangkan bayang2 pertengkaran dengan suaminya.
"Mbok yaa kamu pikir toh Miya, mosok gara-gara kalung emas 5gram saja kamu mau nyantet orang! Musyrik Miya...musyrikk. Dosa kamu..Nanti malah kamu yang kena..kasian kan anak2..."
Suaminya mengomel, berusaha menahan Miya pergi.
"Ah, kamu tuh Mas. Sebodo! Pokoknya aku santet aja itu anaknya. Biarrr mampusss...Orang2 kaya sialan! Sombongnya mas...Kenapa juga meraka musti banyak uang kita engga? biar! biar tau rasa! biar saja musyrik. kmu diem aja deh! banyak cingcong!"
Miya membalas ketus seraya beranjak pergi.

Miya dendam mati2an dengan sang Bu De, istri Pak De-nya yang tidak mau memberikan kalung emas seberat 5gram peninggalan Ibu Miya. Kata Bu De "Nanti kamu gadai lagi Miya, lebih baik tunggu anak perempuanmu masuk SD saja, nanti Bu De kasih buat dia. Kalau kamu yang pegang cuma buat digadai!"
Miya mau marah. Darahnya memanas. Mukanya memerah. Tapi dia tak bisa melawan kemauan Bu De nya. Dia hanya diam dan dalam hati merancang niat balas dendam.

Malam itu niatnya sudah bulat.
Dengan bermodal foto kedua anak Pak De yang ia dapat ketika kunjungan lebaran ke rumah Pak De-nya. Uang 5000 perak untuk angkot dan 30 ribu perak untuk mbah dukun. Dan instruksi arah dari Mbak Icem, tukang warung depan rumahnya. Miya bertekad bulat menuju rumah Mbah Dukun. Berpagar hitam diujung gank.
Miya menjejakkan kaki kedalam rumah itu setelah beberapa kali mengetuk.
Tercium bau kemenyan di dalam ruangan itu. Miya bergidik. Bulu-bulu halus ditangannya berdiri. Merinding ketakutan.
Tapi sebodo setan. niat Miya sudah bulat. Miya mau balas dendam. Miya mau nyantet.
Jantung Miya berdebar kencang ketika si Mbah keluar. Suara si Mbah berat dan menakutkan.
"Apa yang bisa saya bantu?" tanya si Mbah dengan muka tetap menunduk dan tertutup rambut2 dimukanya.
"Saya mau minta tolong Mbah. Saya mau Mbah buat susah hidup anak2 Pak De saya. Saya mau mereka jatuh miskin. Ga ada jodoh. Penyakitan! Pokoknya sebisa mbah, asal jangan dibuat koid saja!" seru Miya berapi-api.
Mbah itu hanya ngangguk2 saja.
Setelah beberapa menit, si Mbah buka mulut "Kamu tahu konsekuensinya?"
"Apa Mbah?" tanya Miya.
"Yah, kalau ternyata kamu yang jahat, ini semua bisa berbalik ke kamu"
"Ah, persetan Mbah. Saya benci mereka sekeluarga Mbah. Saya percaya Mbah bisa bantu saya. Toh Tuhan juga ga bisa bantu!!!"Miya menyahut tetap berapi2.
Si Mbah hanya mengangguk2.
"Ini, kamu lemparkan ini ke halaman rumahnya tengah malam nanti..." kata si Mbah sambil memberikan sebuah bungkusan kecil.
"Terimakasih mbah...terima kasih...Mbah memang penyelamat saya...."Miya sangat berbahagia.
Setelah memberi amplop berisi uang 30 ribu perak. Miya pamit pulang.

Miya berjalan menyusuri gang tersebut.
Miya tersenyum-senyum sendiri "Biar mampus kalian semua!" serunya dalam hati.
Terbayang di benak Miya bagaimana sakit hatinya...
Ketika sewaktu kecil Miya harus berpanas-panas naik angkot, sedangkan anak-anak Pak De menyetir mobil sedan ber ac.
Ketika Pak De mengamuk pada Miya karena Miya bolos sekolah selama satu bulan, dan hanya bermain2 dengan anak komplek sebelah.
Ketika Pak De akhirnya membuang Miya ke kampung, karena pada usia 17 tahun, Miya kepergok tidur dengan suami orang.
Ketika akhirnya Miya hamil diluar nikah, dan Pak De mengusir Miya dari rumah...
"Cuih! jahanam mereka semua!! Biar tau rasaaa gw santet!" Miya bersumpah serapah dalam hati.

Miya terus berjalan. tersenyum senyum. Berkhayal akan kemenangannya.
Miya terus menggenggam erat bungkusan kecil dari si Mbah.
Miya merasa sangat bahagia. Bahagia karena akhirnya ia bisa balas dendam.
Tak sabar menunggu jam 12 tengah malam.
Miya terus berjalan...

Tak sadar Miya berjalan melewati rel kereta api.
Hitungan detik tanpa Miya sadari, badanya terasa terbentur keras. Suara kencang tak jelas teras merobek2 gendang telinganya. Sakit merasuki sekujur tubuhnya.
lalu semua hitam.

"Tolong..........tolongg......ada perempuan tertabrak kereta api!!!" jerit Bu Sri, warga sekitar situ,
Bu Sri panik melihat mayat tersebut. Penuh darah. Tak berbentuk. Bu Sri mulai histeris.
Warga Rt 09 sekitar mulai berdatangan berkerumun.
Beberapa berteriak histeris melihat sekujur tubuh manusia yang penuh darah dan agak hancur terbaring di rel kereta api tersebut.
"astagfirullah al azhiimm...inna lillahiii...ya Gustiii...." teriak seorang perempuan tua yang histeris melihat pemandangan didepannya.

Malam itu Jam 10.50. 1jam 10 menit kurang dari jam 12 tengah malam.
Warga Rt 09 tersebut bergerombol melihat kecelakaan maut tersebut.
Seorang perempuan. Berusia 30an tertabrak kereta api.
Perempuan tersebut meninggal dunia.
Penuh darah. Dengan tangan kiri utuh menggenggam sebuah bungkusan kecil berwarna hitam.

Yah. perempuan tersebut berbaring tak bernyawa. Tak bernafas.
Namanya, Miya.

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai hari pembalasan..Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan..Tunjukilah kami jalan yang lurus. (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. (Terjemah QS Al-Fatihah; 1-7)



[ALL CHARACTERS ARE NONEXISTENT. CERITA INI SERATUS PERSEN HANYA REKAYASA PENULIS ]