11.14.2008

My Ex....The Casanova...

Minggu dini hari, atau lewat hari sabtu lewat tengah malam, tepatnya jam 1.45pagi. I was driving by myself after having good times with my mates and some glasses of wine...Yeah, consider me crazy....driving after drinking...tapi apa mau dikata, buat saya itu biasa nyetir sendiri and not depending on anyone to drive me or take me places...and i always drink responsibly =D Malam itu, karena agak terbawa beberapa creepy stories dr temen2 saya, i was ooking for a companion to talk to and decided to call a "friend" of mine..actually this friend of mine is my ex boyfriend, bisa dibilang saat ini satu2nya mantan saya yang masih berkomunikasi baik sama saya..tanpa embel2 ribet yang biasanya i experienced from my other ex-boyfs (seperti temenan tapi bawaannya curiga takut balikan lagi, curiga takut keganggu hubungan ama pacarnya, nanya2 my life and other things)...
Setelah dua kali dering, telpon diangkat....kira2 begini:

dia : "malem2 gini darimana dear? mabiks kamu ya?"
saya : "Ngga kok. nih lagi nyetir and completely sober, temenin ngobrol ya ampe rumah...ganggu kamu ga? kalo ganggu ga usah"
dia : " hmmm....gak ganggu kok..." (nada biasa)
[ngobrol2 ga penting hampir satu menit...lalu terdengar suara perempuan giggling2]
saya : "hon,,udahan aja deyh, aku males ganggu kamu...aku gpp kok nyetir ga telponan" (berusaha ga nanya2 lebih panjang)
dia : "aduh kenapa sih? aku lagi ga ngapa2in kok...ini aku juga sendirian. jam segini nyetir sendiri bahaya tau. kita ngobrol aja sampe kamu nyampe rumah"
saya : "tapi kayanya kamu lagi ada tamu juga khan..."
dia : "ngga..." (ngotot)
[ selanjutnya terdengar "bunyi2an" aneh ]
saya : "udahan aja deh! aku bisa nyetir sendiri!!!"
dia : "kenapa sih kamu...biarin aja nih cewe ****** aku, yang penting kan aku nemenin kamu ngobrol"
saya : "ah sakit kamu ah!" (matiin telpon)

Setelah telpon mati saya cuma bisa narik nafas. Inget salah satu adegan di tv series lipstick jungle ketika si Victory Ford menelpon mantannya and he still picked up the phone while he was having *** to someone else. Bleh, how crazy is that?? Hanya saja, kelakuan Dia saya sudah biasa. Dari awal kenal tujuh tahun yang lalu jaman masih pake putih abu2, sampe sekarang, when we actually are older and more mature, masih aja Dia gak berubah2 with his swaggering self-confidence. a really high confidence of his charm, his wealth, his appearance...Even when he claimed that he was being serious, still he randomly hooked up with girls whom afterwards he would only forget their existences..
I never understood what is it that he's seeking for..Kadang saya suka bertanya2, apa siyh yang menyebabkan ada laki2 yang bisa main perempuan dengan enaknya and walk away without feeling guilty whatsoever? Hmph, in my life, laki2 womanizer bukan cuma dia yang saya kenal. beberapa temen main saya pun juga ada yang mempunyai gejala2 dan tingkah laku seorang womanizer, tapi baru dari mantan saya ini i eventually kinda understand the possible reasons of it all....When i was still attached to him, tentunya semua attitudenya cuma menimbulkan stress and marah2 berkepanjangan sampai saya gak ngerti lagi gimana caranya biar manusia satu itu bisa berubah..but after we became friends, i learn that he is just a lonely little boy who cant find his way home...he feels that no girl accepts him for who he is, he thinks that girls are only after his appearance, his money, et cetera,,which is menurut saya ga smuanya bener (at least, i didnt do such things to him)..dari situ membuat dia merasa lebih baik ga emotionally involved dengan perempuan and instead just making the most of being physically attached to many women...bottom line, he is afraid to fall deeply in love, dan itu menjadi alasan dia untuk ga bisa stick sama satu perempuan and instead, tetap berganti2 dari satu perempuan ke perempuan lain..setiap kali he feels like falling in love, he backed himself off...dan mencari cara untuk membuat perempuan itu mundur dari dia....yeiyh, weird, huh?

Saya jadi inget kata2 di lirik lagu Britney Spears yang berjudul womanizer "you got the swagger of a champion, too bad for you, you just cant find the right companion, i guess when you have one too many, makes it hard"...Lirik lagu itu menurut saya sesuai sama realita yang ada, laki2 player itu sebenernya patut dikasihani, karena they dont even know what they really want, so that they cant find the right companion...dan ketika mereka bisa mendapatkan banyak perempuan dengan gampang, hal itu malah membuat mereka lebih susah lagi menentukan pilihannya...
Hmph...womanizer pun juga manusia yang pastinya se-brengsek2nya mereka tetap punya perasaan dan hati...hal ini juga yang membuat saya tetap betah temenan sama mantan saya yang satu itu, altho he is such an awful jerk to many women, but i know inside him there's a good heart...and he actually taught me a lot untuk lebih bisa membuat keputusan yang lebih rasional dalam hal relationship and also taught me how to protect my heart from breaking into pieces when it comes to men like him...and somehow my friendship with him changed my judgment towards men who fancy playing games...

"For some unknown reasons, BAD BOYS draw you in, despite the facts that they are jerks" -Alexis Bledel-


** Casanova => is a nother word for womanizer which is taken from a story of ladykiller from Venice, Italy
(http://psychology.suite101.com/article.cfm/the_inner_workings_of_a_womanizer)

No comments: