An issue that has been bothering my mind is sexual violence towards woman or in this case towards "girl". Beberapa minggu belakangan ini, (selain acara2 sampah di tv lokal indonesia) berita yang sering saya denger tentang syekh puji dan istrinya yang masih berumur 12 tahun and his intentions untuk mengawini anak2 bawah umur lainnya. Well, bukan ini yang mau saya tulis..cause i'm sick talking about that issue, secara setiap kumpul sama temen2 saya, bawaannya trashtalk tentang si bapak syekh itu...Niwayys agak berhubungan dengan pria berumur dan seks dengan anak dibawah umur, last Sunday, seseorang yang saya kenal yang cukup dekat sama keluarga saya, sebut saja Mbak X, menyampaikan berita (dengan segala kepanikannya) bahwa adiknya yang berumur 11tahun (katanya) diperkosa...Ironisnya, oleh seorang pria menikah berumur 42 tahun...Sampai disitu saja beritanya sudah cukup buat geger, yang berkelanjutan harus visum di RSCM, lapor polisi ini itu ini itu...Sampai akhirnya 3jam setelah berita pertama yang saya dengar, Mbak X kembali memberi kabar...kali ini dengan suara penuh kekecewaan dan menangis lebih kencang dari telpon pertama..Well I actually wondered what could be worse? Ternyata ketika polisi menginterogasi si korban (adik kecil berumur 11tahun) dan si oknum tertuduh (bapak2 42tahun), mereka akhirnya mengakui mereka BERPACARAN dan melakukan seks karena suka sama suka dan menyatakan bahwa pernyataan sebelumnya tentang perkosaan hanya semata2 karena si adik kecil ini takut ketahuan kakak2nya (kebetulan orang tua mereka sudah tidak ada) kalau dia berpacaran...Yang ada pengakuan mereka, membuat tambah geger...karena keluarganya yang udah terlanjur lapor polisi jadi malu dan tambah pusing..dan pastinya gimana kelanjutan nasib si adik kecil, deflowered by a married man who is actually 3times older than her? Ironis banged nasib anak kecil tersebut...saya sendiri belum tahu kelanjutan cerita ini gimana, but anyway it got me thinking, masuk akal ga siyh anak umur 11tahun berpacaran dengan laki2 menikah umur 42tahun dan berhubungan seks atas dasar mau sama mau? I mean, tahu apa adik kecil itu tentang seks? ditambah lagi di Indonesia sendiri, pendidikan seks tidak masuk dalam kurikulum sekolahan (well i dont know about high school) tapi yang pasti anak SD ga dapet pendidikan seks di skolah..dan in general, pola didik keluarga indonesia pada umumnya masih banyak yang tabu membahas tentang seks..apalagi dalam kasus adik kecil tersebut, dia sudah tidak ada orang tua yang memantau perkembangannya dan kakaknya yang belasan tahun lebih tua sibuk mencari uang untuk menghidupi keluarga. Saya jadi mikir aja, hal seperti itu kira2 bisa dikategorikan kekerasan seksual atau bukan? Dan menyedihkan aja, karena sebenarnya anak umur 11tahun belum bisa dikategorikan mampu untuk membuat keputusan penting akan dirinya..
I personally think that based on many similar cases that occurred these days, harusnya setiap anak sudah berhak dari dini mendapatkan at least basic knowledge about human biological thingy and stuffs...so that these kind of things can be prevented. Kalau saya sendiri berpendapat setiap perempuan punya hak akan apa yang dia lakukan akan dirinya, whether she wants to keep her virginity until she gets married or not, i dont have any specific judgment on this matter, karena menurut saya hal itu PILIHAN. pilihan yang setiap perempuan bebas menentukan dan pastinya aware akan konsekuensi yang ada. Tapi kalau pilihan itu diberikan kepada anak bawah umur yang bahkan mungkin makan aja masih disuapin ibunya, gimana jadinya? Jadi ingat juga cerita2 pendek yang ditulis Djenar maesa ayu, yang umumnya berisi tentang seorang bapak tiri yang memperkosa anaknya yang cuma berakhir trauma berkepanjangan yang ga sembuh2. pathetic isnt it? buat saya siyh cerita2 itu pathetic, karena di cerpen2 itu, umumnya si korban stuck sama trauma masa kecilnya and bahkan trauma itu tetep menghantui sampai dia cukup umur when she can make the right decision about sex and when she actually can enjoy it. Tapi balik lagi mau dirasain terus2an ataupun dilupain, i am so sure that those kind of traumatic things emang susah untuk dihapus, dan balik lagi ke individunya apakah dia mau move on atau ngga...
Hmph! kasian si adik kecil ini, jadi lampiasan nafsu laki2 hidung belang berumur 3kali lipat. Suatu keputusan yang saya yakin beberapa tahun dari sekarang when she looks back, akan dia sesali habis2an...Sayangnya di negara tercinta saya ini, segala hal yang berhubungan sama seks, pasti langsung dipandang negatif, tabu dan mesum...well let alone sex, goyangan tari tradisional aja dianggap haram dan mesum (padahal orangnya aja yang pikirannya kotor)...Kalau saja, pendidikan seks bisa dipandang dengan pikiran yang lebih terbuka...pasti kasus2 pedophilia bisa berkurang dan perempuan khusunya perempuan2 dibawah umur tidak terus menerus menjadi korban...
*check out : http://osocio.org/category/abuse/

1 comment:
AAANNJJJRRRIIIITTTT!!!! gila. gila. cerita ini gila. pasti tu bapak2 pedofil bokis aja bilang mau sama mau. mana ada anak 11 thn ngerti ttg sex. i mean come on,,. ah aduh speechless deh..
Post a Comment