10.09.2008

AZALEA (fiction)



20.45. 01.MARET.2008

[Sebuah kamar berukuran 4x4, berwallpaper biru muda di sebuah rumah bertingkat 2, Selatan Jakarta]

Azalea tertegun dengan pemandangan di depannya.
Sekujur tubuh terbaring lemah tak bergerak berpiyama hijau muda..
Darah berceceran disekitarnya....butir2an obat berjatuhan dibawah tempat tidurnya..

Ibu Azalea menangis histeris...
Meronta-ronta berteriak-teriak..dipelukan Ayah Azalea, sebelum akhirnya jatuh pingsan tak berdaya...
Ayah Azalea menangis sampai sesak...
Adik perempuan Azalea yang masih duduk di bangku SMP juga menangis sesenggukan...
Mbak dan Bibi yang bekerja disana berdiri bagai patung di balik pintu.
Ketakutan.
Mereka semua tak habis pikir mengapa ini terjadi.

Tubuh itu tubuhnya.
Tubuh Azalea..


18.50 01.MARET.2008

[Sebuah kamar berukuran 4x4, berwallpaper biru muda di sebuah rumah bertingkat 2, Selatan Jakarta]

Azalea baru saja selesai membaca novelnya.
"Veronika decides to die" judulnya...Karya Paulo Coelho.
Tentang Veronika yang gagal mati setelah usaha bunuh dirinya.
Azalea bertanya-tanya dalam hati.
Tentang kemungkinan2 seseorang melakukan tindak bunuh diri.
Tidak mungkin terjadi pada Azalea.
Hidup Azalea, (sama seperti Veronika dalam buku) baik2 saja.
Azalea mendapat beasiswa di salah satu universitas ternama di ibukota Perancis.

Azalea lulus lebih dulu dibanding teman2 seangkatannya dan nilai yang sangat memuaskan.
Diumurnya yang ke 26, Azalea menempati posisi yang bikin banyak orang iri di perusahaan multinasional tempat ia bekerja.
Nominal gajinya yang mencapai 8digit, membuat Azalea dapat memenuhi lemari sepatunya dengan banyak pasang sepatu Christian Louboutin kesukaannya.
Keluarga Azalea mempunyai kebun kelapa sawit berhektar-hektar di pulau Sumatra.
Ibu Azalea hobi mengoleksi berlian dan membekali kedua anak perempuannya dengan perhiasan2 yang berkilau.
Ayah Azalea memanjakan kedua putrinya dengan segala fasilitas kelas A, walaupun Azalea sudah dapat menghasilkan uang sendiri.
Masalah percintaan, Azalea belum ingin menikah.
Azalea anti komitmen, walaupun banyak pria mengejarnya.
Azalea cukup bahagia dengan banyak hubungan tak berstatusnya. Dia tak butuh pengakuan, yang Azalea butuh hanya kebutuhan jasmani dan rohaninya terpenuhi.
Yang paling penting adalah cinta di keluarganya, Ibunya, Ayahnya, Adiknya.
Dan sejauh ini, Azalea mendapatkan semuanya.
Semua orang iri akan Azalea.
Azalea hidup bahagia. Azalea bahagia.
Setidaknya itu yang Azalea ingin orang-orang tahu.


17.07 24.FEBRUARI.1998

[Halaman belakang sebuah gereja tua kosong tak terpakai, Pusat Jakarta]


Nafas Azalea memburu. Dadanya sesak.
Matanya memanas. Airmatanya mulai berjatuhan.
Terasa keringat bercucuran membasahi seragam SMAnya.
Perutnya mual berputar-putar.
Azalea ketakutan. Azalea ingin berteriak, tapi suaranya tak keluar.
tak kuasa melawan anak setan yang menyerangnya.

Anak setan itu bernama Lukas.
Tiga tahun lebih tua. Putus sekolah. Beda agama.
Lima bulan sudah, Azalea diam-diam menjalin hubungan dengan Lukas.
Lima bulan yang hari ini akan Azalea akhiri.

Anak setan itu mendorong tubuh Azalea dengan kencang ke tembok berlumut gereja tua kosong tersebut.
"Brengsek, kamu kira kamu bisa pergi dari aku begitu aja! Sampai kapanpun aku ga mau putus sama kamu! Pasti kamu selingkuh kan? Kurang ajar kmu!"
Anak setan itu berteriak. Memaki. Mencekik leher Azalea.

Nafas Azalea tambah sesak. Matanya berkunang2.
Azalea menjawab dengan rintihan.
"Aku ga selingkuh dari kamu. Tapi kita ga bisa sama2 lagi...Lepasin aku, please..."
Azalea memohon.
Tangisnya semakin kencang. Seragam SMAnya sudah kuyub dengan keringatnya.
Lukas memanas mendengar jawaban Azalea.
Matanya semakin liar bagai setan terbakar api.
Lukas melepaskan cekikannya.
Semakin mendorong tubuh Azalea. Mencium dan menggigit bibirnya.
Azalea merasakan darah mengucur dari bibirnya.
Azalea coba meronta untuk lari. Tapi setan itu berbadan besar bertenaga kuda.
"Kamu ga akan lepas dari aku Lea!"
Teriak anak setan tersebut.

Yang terjadi selanjutnya blur di ingatan Azalea.
Azalea hanya merasakan sakit..sakit dan sakit yang semakin menjadi.
Lalu muka anak setan itu berubah perlahan menjadi abu-abu dan semuanya tiba-tiba hitam.
Azalea pingsan.
Terbaring di halaman gereja tua kosong.

Abused.
Raped. Forcedly Deflowered.





18.05 24.FEBRUARI.1998

[Halaman belakang sebuah gereja tua kosong tak terpakai, Pusat Jakarta]


Azalea terbangun. Membuka matanya perlahan.
Anak setan itu sudah tidak ada.
Gereja kosong itu sepi, tak seorang pun datang atau sekedar lewat.
Terdengar bunyi adzan maghrib dari kejauhan.
Matahari sudah tenggelam. Langit mulai menghitam.
Halaman belakang gereja kosong itu remang-remang.
Azalea merintih. Kesakitan.
Seluruh badannya sakit ketika ia mencoba gerakkan.
Seragam SMAnya basah.

Azalea berusaha duduk perlahan-lahan dan berteriak kesakitan.
Tak ada satupun manusia di sekitaran halaman gereja itu.
Tak ada pertolongan.
Hanya rasa perih yang menjawab tiap rintihan permintaan tolongnya.
Azalea mati-matian berdiri.
Dia berjalan sangat perlahan sambil menahan segala sakit.
Terasa dikakinya mengucur cairan.
Tapi Azalea, tak ambil pusing lagi.
Azalea berjalan menahan sakit menuju pelataran parkir gereja kosong tersebut.


18.30 24.FEBRUARI.1998

[ Sebuah mobil starlet berwarna hitam. Pelataran parkir gereja tua kosong tak terpakai. Pusat Jakarta ]

Azalea merintih seraya menyenderkan badannya ke sandaran mobil.
Azalea menyalakan lampu mobilnya dan menunduk melihat badannya.
Rok abu-abu SMA tersebut sudah tidak berwarna abu-abu lagi.
Abu-abu kemerahan.
Penuh bercak-bercak darah yang menebarkan bau tak sedap di mobil starlet hitam pemberian Ayahnya.

Azalea tidak menangis. Tidak mengeluarkan air mata.
Azalea hanya mengumpat karena badannya susah digerakkan.
Azalea men-starter mobilnya.
Pikirannya kosong.
Azalea diam mematung dibalik kemudi mobilnya.
Perih dari bagian bawah tubuhnya terasa mengiris.
Masih terasa darah mengalir diantara kedua kakinya.
Tapi...
Azalea tidak menangis. Airmatanya beku. Pikirannya kosong.

Semenjak hari itu Azalea tidak pernah menangis lagi.




21.00 20.OKTOBER. 2006


[Sebuah apartemen, di daerah Chemin Vert, satu stop dari Bastille, Paris, Perancis]


Azalea melamun.
Alunan suara Michael Buble mengalun dari ipod speakernya.
Sebuah kantong kertas bertuliskan Louis Vuitton tergeletak belum terbuka dibawah meja tulis Azalea.
Diatas meja , sebuah kotak berisi coklat berbentuk hati.
Masih utuh tak tersentuh.
Disamping kotak coklat tersebut, sebuah tempat cincin berwarna merah muda, juga berbentuk hati.

Disulutnya rokok marlboronya.
Dihisapnya dalam-dalam, tanpa peduli pesan Ibunya agar ia berhenti merokok.
Azalea mengambil dengan kasar botol red wine dimeja tulisnya dan menuangkannya.
Kotak cincin berwarna merah muda berbentuk hati itu jatuh terkena sikut Alea.
"Criiing...."
Azalea, hendak beranjak memungutnya, tapi tak kuasa.
Cincin mungil itu begitu cantik. Bermata satu. Berlian. Berkilau.
Impian setiap perempuan.

Satu tetes airmata menetes dari pelupuk matanya.
Gelas wine itu pecah, terjatuh dari tangannya.




17.15. 20.OKTOBER.2006


[Sebuah bangku taman, Cathedrale Notre-Dame de Paris, Perancis]



Sore itu Azalea menikmati udara musim gugur Perancis.
Azalea sudah duduk manis di sebuah bangku taman, di depan gereja itu.
Kali ini bukan gereja kosong.
Gereja ini besar, megah dan indah. Selalu dipenuhi ribuan pengunjung setiap harinya.
Gereja NotreDame, Paris.
Azalea duduk manis ditemani sebuah kantong kertas berwarna coklat bertuliskan Louis Vuitton hasil belanjanya siang tadi.

Baru lima menit Azalea duduk, sosok familiar itu sudah terlihat jalan mendekat.
Sosok itu memegang dua buah bungkusan, yang satu bungkusan makanan, satu lagi entah apa.
Vino. Nama dari sosok itu.
Berkulit agak putih, berwajah tampan seperti orang Arab, walaupun dia Indonesia asli.
Azalea tersenyum senang.
Vino mendekat. Mencium kening Azalea.
"Sayang ini aku beliin falafel kesukaanmu...." kata Vino
" Merci, mon cher...." jawab Azalea sambil dengan semangat membuka kantong berisi makanan kesukaannya itu.

Azalea dan Vino duduk berdua di bangku taman, menikmati keindahan kota Paris, menyantap falafelnya dengan perasaan berbunga-bunga penuh cinta.

Hari itu, sudah tepat tiga tahun Azalea dan Vino bersama-sama.
Mereka bertemu di Charles de Gaulle airport, ketika Azalea sibuk mengurus salah satu bagasinya yang hilang.
Sejak hari itu mereka berteman dekat.
Lalu 3 bulan kemudian berpacaran.
Vino juga berasal dari Jakarta. Vino tempatkan oleh perusahaan tempat ia bekerja di Paris.
Empat tahun lebih tua dari Azalea. Dari keluarga baik2. Karir yang cemerlang.
Baik hati. Penyayang. Penuh Cinta.
Vino (hampir) bagaikan mimpi untuk Azalea.
Tiga tahun berpacaran, tak sekalipun Vino mencoba menyentuh Azalea.
Azalea tak pernah bertanya ataupun meminta.
Dia diam saja menikmati cinta yang dihujani oleh Vino.
He loves her.She loves him.

"Azalea, i want you to marry me....veux-tu m'eposer, ma belle?"
Azalea kaget. Ia tersedak. Terkejut. Tiba-tiba takut.
Azalea bengong. satu menit. tiga menit. lima menit.
"Azalea...azalea...darling....kamu baik2 aja....? u'd say yes, wouldn't you?"
kata Vino sambil tetap tersenyum.
Azalea tergagap.
"Of course, I would...." menjawab datar dan tersenyum.
They kissed.


19.15 20.OKTOBER.2006

[(tetap di) Sebuah bangku taman, Cathedrale Notre-Dame de Paris, Perancis]

Vino menangis.
"Kamu bohongin aku Lea........kenapa?kenapa?" disela tangisnya Vino berkata.
Azalea memandang lurus ke mata Vino.
"Aku ga pernah bohongin kmu. Kamu ga pernah tanya..."
Azalea menjawab datar.
Vino beranjak dari duduknya.
"Maafin aku Lea, I love you but I cant marry you......" Vino berkata sambil memandang ke arah mata Azalea.
Tubuh Azalea bergetar. Merasa ingin menangis. Tapi tak satupun airmata keluar dari matanya.

Vino tetap menunggu Azalea bicara.
Azalea membuka mulutnya, tetap memandang lurus ke mata Vino
"Kenapa? coz I'm not a virgin?!Cuma gara2 itu??!!" kalimat itu ketus keluar dari mulutnya.
Vino diam. Airmata tetap menggenang diujung matanya.
Nafas Azalea mulai memburu. Dadanya seperti ketiban benda berat.
Dia mau berteriak marah.
"Please just leave, Vin.....aku ga butuh cowo berotak dangkal kaya kmu!"
Vino berdiri dari duduknya.
Memandang Azalea. Mencium kening Azalea.
"Maafin aku Azalea, cinta aku suci buat kamu, aku juga berharap kamu bisa memberiku hal yang sama. Kamu simpan saja cincinnya....."
Muka Azalea memerah. Ia mau marah.
"Pergi!!!" kata Azalea.
Vino membalikkan badannya. Berjalan menjauh. Tak menengok lagi.
Seolah-olah tiga tahun terakhir hanya mimpi.
Vino berjalan menjauh.
Menghilang dari pandangan Azalea.
Menghilang dari hidup Azalea. Selamanya.




19.05. 01.MARET.2008


[Sebuah kamar berukuran 4x4, berwallpaper biru muda di sebuah rumah bertingkat 2, Selatan Jakarta]

Tanpa tahu kenapa.
Azalea menelan beberapa butir obat tidurnya.
Tidak terasa apa-apa.
Entah ide dari mana. dia memainkan cutter berwarna merah di pergelangan tangan kanannya.
Darah segar mengalir.
Merah. berbau aneh.
Azalea merinding. Teringat si anak setan bernama Lukas.
Teringat bercak-bercak darah kesuciannya di rok SMA abu-abunya.

Entah karena apa. Azalea merasa melayang.

Azalea bunuh diri.
Tanpa surat untuk Ayah Ibu. Tanpa rencana. Tanpa merasa depresi. Tanpa ingin mati.
Azalea bunuh diri.
"Forgive me God for I have sinned...."



20.45. 01.MARET.2008


[Sebuah kamar berukuran 4x4, berwallpaper biru muda di sebuah rumah bertingkat 2, Selatan Jakarta]

Azalea tertegun dengan pemandangan di depannya.
Sekujur tubuh terbaring lemah tak bergerak berpiyama hijau muda..
Darah berceceran disekitarnya....butir2an obat berjatuhan dibawah tempat tidurnya..
Ibu Azalea menangis histeris...
Meronta-ronta berteriak-teriak..dipelukan Ayah Azalea, sebelum akhirnya jatuh pingsan tak berdaya...
Ayah Azalea menangis sampai sesak...
Adik perempuan Azalea yang masih duduk di bangku SMP juga menangis sesenggukan...
Mbak dan Bibi yang bekerja disana berdiri bagai patung di balik pintu.
Ketakutan.
Mereka semua tak habis pikir mengapa ini terjadi.

Tubuh itu tubuhnya.

Tubuh Azalea..





21.20. 01.MARET.2008


[Unknown location]


Azalea berusaha membuka matanya.
Blur....blur...dan blur....
Ada sedikit cahaya.
Tapi tetap pandangannya blur...
Terdengar suara-suara...tapi semuanya blur...
Terlihat bayangan Ayah, Ibu dan Adik perempuannya..
Badan dan mukanya terasa ditempeli selang2...
Bau obat2an rumah sakit...
Tapi semua blur....

Azalea bingung.
Dimanakah ia?
Yang Azalea ingat tanpa rencana, dia bunuh diri.

Azalea bingung. Apakah ini ruang gawat darurat? Apakah ia sudah mati? Atau apakah ia terbangun dari mati?

Tak ada yang menjawab.
tak ada yang menerangkan.

-THE END-

[Semua nama tokoh dan karakter hanya rekayasa. Cerita ini seratus persen rekayasa penulis]





*1 in every 3 girls and 1 in every 4 guys are abused by the age of 18.

*Suicides among young people nationwide have increased dramatically in recent years.

*Suicide is the third leading cause of death for 15 to 24 year olds.

(various sources, 2008)


1 comment:

Anonymous said...

veronika decides to die,,virgin suicides dan masih banyak lagi buku2 yang bercerita tentang keputus asaan seorang perempuan dalam menghadapi hidupnya. crap! perempuan harus kuat toh?