9.14.2008

KEN

Mereka panggil saya KEN.
Tentang saya tampan, saya tahu.
Saya tampan.
Saya berkaca dari berbagai sisi.
Ya saya memang tampan.
Tentang badan saya yang menggoda birahi perempuan, saya tahu.
Badan saya keren. Perut saya six-pack.
Saya telanjang. Berkaca dari tiap sisi.
Ya, saya keren.
Saya KEN.


Mereka panggil saya KEN.
Tentang saya kaya raya, saya sadar.
Saya kaya raya.
Saya pewaris utama, buat saya uang bukan apa-apa.
Saya sadar saya kaya raya.
Tentang perempuan menggilai saya, saya sangat sadar.
Saya impian mereka.
Buat mereka saya sempurna.
Buat saya, mereka hanya jalang tak ada artinya.
Tapi, ya, saya memang sempurna.
Saya KEN


Mereka panggil saya KEN.
Tentang wanita meneriakkan nama saya, saya dengar.
Mereka mendesah, mereka merintih, mereka teriakkan nama saya.
KEN. KEN. KEN.
Tentang saya dewa seks mereka, saya tahu.
Saya Sex God.
Buat mereka, saya tujuan hidup, saya impian, saya khayalan.
Buat saya, mereka hanya toilet.
Saya hanya numpang buang hajat.
Tapi, saya memang dipuja.
Saya KEN.


Mereka panggil saya KEN.
Tentang saya teladan banyak orang, saya sadar.
Agama sahabat saya, tameng sejati saya.
Saya sadar saya pendosa, tapi biar saja mereka kira saya ulama.
Toh saya KEN.
Tentang keperawanan-keperawanan yang saya renggut, saya ingat.
Saya cherry-popper. Entah berapa selaput dara yang saya koyak.
Buat saya, mereka TOLOL, buat mereka saya harapan.
Tapi, untuk apa peduli?
Saya khan KEN.


Mereka panggil saya KEN.
Tentang saya bapak calon jabang bayi yang akhirnya mati, saya tahu.
Buat saya aborsi hanya masalah uang, walau buat mereka ini tentang nyawa.
Tapi toh saya punya banyak uang.
Saya KEN.
Tentang saya tak berperasaan, saya sadar.
Saya hanya pura-pura tidak sadar.
Derita mereka, darah mereka, sakit mereka biar Tuhan saja yang urus.
Toh, saya tampan. saya keren. saya digilai. saya banyak uang.
Saya KEN.



~inspired by "Ken"~

No comments: