Rabu. Pukul 11 Malam.
Sebut saja nama dia Miss B.. Sudah pukul 11 malam dan Miss B akhirnya sampai juga dirumahnya. Hari ke tiga puasa ramadhan dan 12 jam berkeliaran diluar rumah...
Miss B menghempaskan tubuhnya ke kasur kesayangannya...She is so relieved to be home...Miss B memejamkan mata dan lagi-lagi hari yang melelahkan ini kembali terekam di ingatannya...
Pagi ini, Miss B merasa tidak enak badan, tanda-tanda mau flu, mata panas, badan ga enak, hidung rasanya mampet..Tapi, rasanya tahun ini she feels too old untuk menjadikan ga enak badan alasan untuk melewatkan puasa...And anyway, this morning she felt excited...Jadi tidak ada alasan untuk ga puasa, yah hitung2 melancarkan program cutting down fats and exercising frequently-nya...Kenapa excited? Hari ini tepat seminggu, she is (being considered) already cured...Ah mungkin kata2nya terlalu seram, cured, well Miss B tidak menderita penyakit apa2...Tapi sudah beberapa bulan ini, she has been frequently having some sessions with a person that Miss B refers as her "Life Coach" or "Life Mentor"..
Sesi tersebut tujuan awalnya adalah untuk mengatasi mood disorder yang kerap melanda Miss B..Bahasa yang agak2 psikologisnya adalah bipolar mood disorder..Keadaan dimana seseorang dapat berubah2 mood secara drastis, dari naik ke turun atau vice versa...Mood disorder itu sendiri practically mengganggu kegiatan sehari2..Nah, posisi life coach tersebut adalah melatih seseorang to control mind over mood...to identify negative and positive thoughts..dan tujuan akhirnya tentunya menjadi individu yang lebih baik yang dapat mengontrol keadaan dirinya dan move forward to the future without having the past as a hinder...atau kalau Life coach-nya selalu bilang, proses metamorfosa menjadi (seperti) kupu2...
Balik lagi ke Miss B, seminggu yang lalu, her life coach told her that she wont need further mentoring...She said "I want you to move forward, dear. And u dont need me anymore to coach you..You are one of my butterflies now"
Jadi, balik ke pagi ini....Miss B bangun lumayan pagi. Instead of mentoring session, today she got a meeting scheduled for her freelance job. Walaupun mata sepet dan badan terbawa males karena puasa...She managed to put on her favorite brown-ish dress....doing some arts on her face a.k.a make-up pake niat (ha ha)...grabbed her favorite gold-ish tote handbag... a pair of sexy high heels...and Voila, berangkatlah Miss B..seperti biasa dia duduk di balik setir, buat Miss B menjadi supir pribadi untuk dirinya sendiri merupakan bagian dari kebebasan perempuan yang harus disyukuri, she is blessed karena dia tidak tinggal di Arab yang bisa dihukum entah apa kalau perempuan menyetir...Anyway, as she put on her rayban sunglasses..tiba2 pikiran negatif membersit dipikirannya tentang (lets say) Mister B, yang beberapa hari ini sudah absen dihari2nya....Kalau di gambarkan dalam percakapan antara elemen2 dalam pikiran Miss B, yaitu DEVIL, ME dan ANGEL adalah seperti dibawah ini:
Miss B's Devil : "Aduh dia kemana sih, udah berapa hari ni kalo telpon ga keangkat pasti ga mau dihubungin balik. Telpon lagi aja apa ya? Gw khan ga mau dia ngilang, at least maintain in good terms-lah while waiting mr.right comes along... Bentar lagi lebaran nih, bisa ketemuan dan lumayan deyh bisa senang2 bareng, apalagi dia mau pindah deket2 sini, rugi bgd kalo ga good terms ama dia..HEHEHE...."
Miss B's Angel : "Aaaahhh apaaan sih, gak! gak boleh telpon lagi! Gak boleh berhubungan lagi sama dia!Khan bukan salah lo kalo lo ga ngangkat telpon dia, salah sendiri dia nelpon pas lo lagi ga available! siapa dia ngambek2??! Ga ada untungnya deh dipikirin! Gimana mr.right mau comes along kalo hobinya masih aja stuck ama Mr. Totally wrong. Lagi puasa juga, nambah2 dosa aja sok2 mau good terms ama dia. Ama dia tuh bukan good terms namanya, cuma nambah stok unnecessary sins lo aja tau!perempuan bodoh!!!!"
Miss B's Me: (bener2 kebingungan padahal musti konsentrasi nyetir) "Adduuhhh udah deh. Udah. Gimana ya? Kan keputusannya emang gw ga bisa count on him. Jadi ya udah. Kalo dia belum mau hubungin balik, brati dia lagi sibuk. Udah ah. Dan gw....hmmm....santai...Oke! Iya, gw santai kok..."
Satu hal tentang mentoring yang Miss B sangat sukai, it does teach her to analyse thoughts yang mungkin orang2 pada umumnya dont bother at all..Miss B menjadi lebih kenal akan elemen2 dalam pikirannya yaitu Devil, Me dan Angel (AK, 2008) yang sangat erat hubungannya dengan elemen2 dari kepribadian seseorang, yaitu ID, EGO dan SUPEREGO (Sigmund Freud's psychoanalytic theory of personality)...Just some notes dari yang Miss B pelajari, Id adalah elemen dari kepribadian yang sudah ada dari manusia bayi, lebih menganut pleasure principle, yang biasanya hanya mengikuti nafsu manusia saja..tidak rasional dan cenderung emosional..maka dari itu kalau di kaitkan dengan elemen pikiran, ID itu adalah suara Devil di diri seseorang..Ego, adalah elemen yang menghubungkan dengan dunia nyata, lebih rasional dan berfungsi untuk mengatasi konflik antara Id dan Superego..(Me voice) dan Superego, bisa dibilang bagian paling bermoral dari elemen kepribadian seseorang, it acts as a boring old man's voice or parents' voices yang slalu mengingatkan moral standards, konon katanya superego mulai berkembang semenjak manusia berusia lima tahun (tapi Miss B sendiri sih ga tau bener atau ngga), bila dikaitkan dengan elemen pikiran, superego adalah Angel's voice dari pikiran seseorang...(from various sources yang slalu dibaca2 Miss B kalau ke "mania"-annya akan sesuatu sedang kumat)
Balik ke Miss B yang sedang berada di balik setir, dia mulai ngedumel sendiri, karena kesal dengan popped up thoughts dalam pikirannya dan tiba2 merasa butuh curhat dan butuh mentoring. Sebenarnya apa sih yang memicu dia untuk lagi2 punya pikiran negatif? Sepele! Rayban sunglasses. HAHA. Kenapa? Komunikasi terakhir antara dia dan Mister B adalah percakapan ga penting yang ngebahas kacamata bermerk Rayban. Lalu gara2 she puts on her sunglasses (which she does every single day), tiba2 harus mikir yang ribet2 deh. Tapi, as a butterfly who already learnt how to manage "mind relapse", Miss B memutuskan untuk santai dan kembali santai. Menyetir di tengah kemacetan Jakarta, bernyanyi dengan suara soak-nya mengikuti alunan cd2 membosankan (yang sudah berbulan2 ga dituker2) atau saluran radio yang entah kenapa digandrungi banyak kaum, gen FM (konon kata salah satu sahabat Miss B yang bekerja sebagai akuntan di salah satu perusahaan yang meng-klaim bisnisnya sebagai 'jagonya ayam', mendengarkan gen fm, membantu dia menghitung laba rugi perusahaan dengan benar setiap harinya dan menghindarkan kemarahan bosnya, dimana kalau bosnya tidak marah, berarti jatah makan ayam setiap harinya lancar terus. Terima kasih untuk gen fm,,,katanyaaa).
Anyway, siang itu (walaupun dihantui urges untuk curhat...atau yang Miss B biasa sebut "sakau curhat") Miss B tetap dengan kondisi mood bagus. She keeps her positive thoughts. Dan merasa bersyukur..karena akhirnya ada juga yang harus dikerjain yang lumayan penting....karena masih tahan puasa....karena beberapa kolega memuji baju kesayangannya (yang padahal, awalnya Miss B sangat tidak pede dengan warna baju coklatnya, takut disalah tafsirkan sebagai salah satu PNS karena melihat pihak TV yang bulan puasa ini lagi hobi nangkep2 pns yang berkeliaran di luar kantor atau masuk telat, Miss B takut ditangkep TV dan dikira pns yang lagi males...hehe)..eniwei pujian akan penampilannya lumayan boosting her confidence...Jadi walaupun siang itu agak2 pengen curhat agak2 sempet males karena ada kerjaan, but she managed to be grateful...
Selesai meeting. Miss B menemui dua sahabat2nya (as scheduled). Sebut saja nama mereka Foksi dan ChiChi, si newlywed..Agenda pertama, menemani ChiChi menemui ibu mertua dan kakak iparnya. Pertemuan singkat dengan pihak in-laws dari ChiChi membuahkan sebuah appointment untuk malam keesokan harinya dengan kakak ipar ChiChi yang antusias ingin mencomblangkan Miss B dengan "Mister-only-God-knows-who". Miss B si senang2 saja, walaupun to be honest sih, blind date dan bisnis per-comblang-an biasanya ga working well for her. Tapi who knows, right? Even dalam setiap hal yang terlihat impossible, there is always a chance, even the slightest chance of possibility...Jadi, Miss B meng-oke kan jadwal besok malam. Selesai dari rumah in-lawsnya ChiChi, Miss B dan sahabat2nya melanjutkan ke woman session, apalagi kalau bukan belanja. Foksi dan ChiChi, selain menikmati sesi belanjanya, dengan giat menyetani Miss B untuk berbuka puasa, rayuan setan mereka pun bahkan berlanjut sampai sesi dimana Miss B terpaksa duduk ditengah2 Foksi dan ChiChi yang (cuma) makan pastel yang tenggelam di saus kacang yang kebanyakan, tapi mereka memasang mimik seakan2 makan lobster paling enak sedunia. Ah tapi Miss B sih santai, 12 tahun bersahabat dengan mereka, sudah menjadikan Miss B bertoleransi tinggi dengan keanehan mereka.
Menjelang buka puasa, Miss B dkk memutuskan pindah ke salah satu mal di senayan, sebut saja Mal Senayan Kota (hehe). By that time, Miss B sudah tidak bisa mentolerir rasa sakit yang ditimbulkan oleh high heels sepuluh senti-nya. Kaki Miss B sudah lecet sana sini dan jalan pun harus pasang muka "Hi, I wear high heels and I believe high heels got "sexy effects" on me. So whatever it takes, Im OKAY, Im FINE,,,(senyum2)". Foksi dan ChiChi yang sudah tidak tahan mentolerir mimik muka Miss B memaksa Miss B untuk ganti sendal teplek. Miss B insisted "Ga maauuu ahhh, warnanya ga cocok tauuu".Sesampainya di parkiran Senayan Kota, Miss B tidak mendapat parkir dibagian "ladies driver", tapi sukses meminta mas2 parkiran yang baik hati untuk memberi tempat parkir di tempat nyempil yang hanya beberapa langkah dari pintu masuk utama.
Sebelum turun, lagi2 ChiChi memaksa Miss B untuk ganti dengan sendal teplek. "Aduuuuh, liat nih sendal gw, silver-silver grey-ish gitu, ga bisa nih masuk ke baju gw". Foksi dan ChiChi tetap bawel menyuruh Miss B ganti sendal. Akhirnya atas pertimbangan (1) kaki-nya sakit banged, mau makan di Takigawa, jadi jauh ke lantai 5 (2) biar Foksi dan ChiChi ga bawel (3) berusaha percaya sama judgments ChiChi dan Foksi yang bilang "Ga pa pa ah warnanya, ga kliatan kok, lagian siapa sih yang mau ngeliatin kaki lo..."...Miss B pun berganti sendal teplek berwarna silver2 agak grey-ish. Dan sesaat ketika melangkahkan kaki keluar mobil, Miss B merasa kelegaan yang amat sangat karena penyiksaan kakinya selesai juga.
Sesampainya di pintu masuk Senayan Kota, dimana seperti biasa ada mas satpam yang dengan setianya tetap sok2 meriksa tas2 pengunjung padahal Miss B slalu yakin alat yang mas satpam pakai tidak pernah ada baterainya, Miss B menangkap pemandangan (dibalik pintu kaca) yang agak familiar, segerombolan laki2 berbadan tinggi2 dan perempuan (yang belum jelas ada berapa). "Oh Sh*t oh Sh*t", Miss B mulai mengumpat dalam hati. Tentu saja Miss B sangat familiar dengan gerombolan (yang lebih tepatnya 3orang laki 2orang perempuan) itu, salah satunya bisa dibilang a person whom she did spend (or waste?? agak rancu)almost 6years of her life with.
Semakin dekat, Miss B makin pusing, bahkan percakapan antar Devil, Me dan Angel pun semakin kompleks, ribet, ribut, seakan mereka smua berebut ngomong didalem pikiran Miss B, membuat Miss B tidak bisa analisa apa2. Yang Miss B bisa dengar dari elemen2 di pikirannya cuma serentetan cursing words..."Sh******tttttt,, F*****ckkkk, not again, not again!!". Dan...jreng jreeengggg....Dimulailah adegan basa basi antara Miss B dkk dan (sebut saja) Mister Ex dkk (lengkap dengan pasangan masing2). Pertama2 tentunya, dimulai dengan cipika cipika. Foksi dan ChiChi tentunya sudah memasang basa basi mode on dengan volume maksimal. Sedangkan Miss B, tiba2 terserang "Panic attack" dalam dirinya...Dari beberapa gejala panic attack (yang tentunya Miss B pelajari sendiri ketika Miss B sedang 'mania' akan sesuatu), some symptoms suddenly occurred. Miss B merasa tiba2 jantungnya berdetak lima kali lebih kencang, shaking INVISIBLY (untungnya bukan visible shaking), feeling of discomfort,hot flushes on her cheeks, depersonalisation (merasa diluar tubuh like you dont exist), and even derealisation (merasa seperti mimpi & tidak berada disitu) bahkan sampai apapun yang dibicarakan oleh Mister Ex dkk, otak Miss B menolak untuk mencerna instead Miss B hanya ketawa2 basa basi...dan merasa detik demi detik berjalan begitu lama.. DAMN!
Of all the things that happened in Miss B's life these days, panic attack adalah satu hal yang sudah lama tidak terjadi di diri Miss B. Belakangan ini Miss B sudah bisa mengatasi segala gejala dari panic attack. Bahkan kalau di-rewind kejadian kemarin siang di hidup Miss B, dimana Miss B harus terlibat dalam interview kerja tahap terakhir dengan seorang ekspatriat dengan posisi sebagai salah satu director dari a big multinational mining company, Miss B sama sekali tidak terserang rasa gugup atau jantung berdetak cepat atau gejala apapun dari panic attack. Kemarin siang (dimana keadaan seharusnya lebih menegangkan), Miss B berhasil untuk tetap santai dan positif. Menanamkan segala nilai2 yang diajarkan dalam sesi mentoringnya. Bahkan interview tersebut berujung dengan ngobrol2 sangat santai tentang kampung halaman Miss B dan cerita2 tentang kampung halaman Mister direktur bule tersebut. Tapi kenapa, giliran hanya bertemu dengan seorang Mister Ex, yang keberadaanyaa sudah tidak penting bahkan bisa dibilang keeksistensian Mister Ex ada pada titik ZERO importance di hidup Miss B, Miss B harus mengalami panic attacK??? Miss B pun tak tahu jawabnya. Tiba2 Miss B teringat percakapan ditelpon antara dia dan Mister B 2minggu yang lalu:
Mister B : "Kamu tuh marah bukan karena ketemu Mister Ex atau karena Mister Ex udah punya cewe..Kamu tuh marah2, karena pas ketemu Mister Ex kamu lagi ga gandeng cowo. Kamu malah sama temen2 kamu, yang si Mister Ex juga tau mereka temen kamu.."
Miss B : "Enggak! Nggak gitu! Aku ga suka aja dia sok2 masuk ke "inner circle" aku. sok2 baik sama temen2 aku,,dulu juga pas aku sama dia, dia ngata2in temen2ku anak2 singkong....eh sekarang sok2 baik, sambil sok2 eksis kenalin cewe-nya ke temen2 aku. Ga penting bgd gitu!"
Mister B : "Alaahh, engga!! kamu tuh kesel karena lagi2 dia liat kamu lagi ama temen2 kmu. Coba pas ada dia, kamu lagi ama aku, atau lagi sama cowo manalah yang dia ga tau, pasti kamu ga bakalan marah2. Kamu kesel karena kamu lagi ga pada kondisi dimana kamu bisa show off-in pasangan kamu. Iya kan?! ah aku kan tau kamu, B!
Miss B : (ngotot mode on)"Engga!Aku gak kaya gitu! Lagian aku ga marah kok! aku ga kesel! (denial mode on)
Hmph. Miss B, berpikir apakah benar pendapat Mister B, tentang Miss B yang mungkin sebenernya kesel kenapa harus ketemu si Mister Ex giliran dia lagi sama temen2nya terus, kenapa ga pas kesempatan lain? Huh, Ga tau juga sih.
Kembali ke Mal Senayan Kota, setelah adegan basa basi yang berasa seperti satu abad itu. Miss B dkk beranjak pergi ke lantai 5. Foksi dan ChiChi sudah sibuk trashtalking-in Mister Ex dan kawan2 dan sibuk meyakinkan Miss B, kalau it was the best decision ever for Miss B untuk tidak melanjutkan hubungan dengan Mister Ex. Sedangkan Miss B, sedang dalam proses meredam panic attack dan mulai kesal karena dia memakai sendal tepleknya yang menurut dia ga matching sama baju dan tasnya. "Tuhkan, elo siii pada nyuruh gw ganti sendal....ketemu kan ama yang engga2!!! addduuuuh ga sukaaa niiiii!! Miss B mulai ngedumel, "Eh daripada lo pake high heels dengan muka menderita lo, nanti si Mister Ex dkk kira lo menderita gara2 liat dia lagi, padahal gara2 high heels lo. Untung kan lo pake sendal teplek, jadi muka lo bisa santai!" celetuk ChiChi dengan semangat penuh..."Hmm, iya juga si" balas Miss B.
Sesampainya di resto Jepang untuk berbuka puasa, Miss B mulai merasa kepalanya nyut2an. Ga tau emang nyut2an apa perasaan doank. Miss B, having a history in suffering hypocondria (sering merasa sakit, padahal belum tentu sakit, bisa dikategorikan gangguan somatisasi -AK,2008), mulai merasa perlu menenggak obat migrain-nya. Padahal gak jelas dia migrain apa engga. Foksi mulai khawatir "Lo buka puasa, belum makan, malah nenggak2 bodrek migra gitu, emang lo sakit apa B? perasaan dr siang sehat2 aja??makan dulu gih!" Miss B mengelak dengan bilang "Duh beneran nih gw pusing bgd, harus minum sekarang ato ngga nih migrain kumat ampe besok", lalu Miss B langsung menenggak bodreknya dan Foksi cuma bisa ngeliatin aja sahabatnya, dan mentolerir keanehan sahabatnya tersebut. Foksi dan ChiChi mulai lagi berceloteh dengan celotehan2 yang bisa dibilang isinya penuh dengan support dan sangat penuh dengan rasa kesetiakawanan alias celotehan2 yang berusaha membuat Miss B melupakan adegan "bumped-into-mister-ex" yang sangat ga penting itu. Miss B, aside from the fact that she really appreciates her besties' supports, mulai merasa datar lagi. Dan of all that happened, dia hanya kesal karena harus mengalami relapse.
Setelah makan, Miss B dkk berkeliling2 Senayan Kota, dengan maksud menemani Foksi menghambur2kan uang gaji pertamanya on shoes or bags. Dan as it always happened, Miss B already regained her "OKAY-mood". Setelah keluar masuk beberapa toko, some guilty pleasures of eating sour sally dan makan malam sesi ke2 di resto Thai favoritnya, Miss B pun berpisah dengan ChiChi dan Foksi dan pulang menuju rumahnya. Dan kembali dengan pikiran2 positifnya...Apapun yang menyebabkan relapse, either external disturbance ataupun internal disturbance, yang paling penting adalah stick to her decisions. Untuk Miss B, she had decided to change. To be a butterfly. Therefore, apapun yang terjadi, she's not gonna make her past hinders her from moving forward....
Hari ini hari Rabu. Jam 11 malam.
Akhirnya Miss B sampai juga di rumah..Hari ke tiga puasa ramadhan dan 12 jam berkeliaran diluar rumah...
Miss B menghempaskan tubuhnya ke kasur kesayangannya...She is so relieved to be home...Miss B memejamkan mata..dan kali ini, Miss B memutuskan untuk tidur....
She is tired. Her body is tired...So, she sleeps...And she lets her mind resting...by not thinking too hard on her relapse that occurred today....
"Sweet dream, B. Let today be today...and may tomorrow be much better"....she whispers to herself.
"WE CAN NEVER CHANGE OUR PAST, BUT WE CAN ALWAYS CHANGE THE WAY WE THINK ABOUT OUR PAST, SO THAT WE CAN HAVE A BRIGHTER FUTURE..."(AP, 2008)
"Your mental attitude is something you can control outright and you must use self discipline until you create a positive mental attitude. Your mental attitude attracts to you EVERYTHING that makes you WHAT YOU ARE..." (Napoleon Hill)

No comments:
Post a Comment