9.07.2008

Komedi Cinta

Dear Diary,


Hari ini saya berperang, melawan ego saya pastinya. Akibat sebuah percakapan jarak jauh dengan kartu telepon internasional murahan yang pastinya mbuat suaranya terputus-putus (hmph!). Kira-kira begini secuil percakapan itu.

Saya: 'Oh jadi kamu lagi di jalan? mau kemana?' Dia: 'ehmm,,ketemu temen' Saya: 'temennn apa temenn..pasti miss X ya?kenapa sih ga mau ngaku?' Dia:'karena aku cuma jalan doank kok' Saya(in a really annoyed voice):'Bilang aja siyh kalo jadian..' Dia(started to get annoyed):'Yah kmu khan juga udah ama mr.X,,aku khan cuma brusaha move on' Saya(pissed off):'Yah kmu juga ama miss X' Dia(bete abis2an):'Kmu aja jadian duluan..!!' Saya(tiba-tiba sinis n hiperbolis):'Yah tapi khan kmu pasti lebih serius!! terus abis ini apa??!married??!!) Dia(dengan suara sengaja mancing ribut):'iya 2taun lagi' Saya(marah klimaks):'Iyh baru juga kenal sbentar ama miss X udah rencanain married. Ama GUE 6taun kmu takut ngomongin gituan!dasar sukuis!' Dia(bete banged):'Kamu..kamu..Kamu tuh ga bisa bgd sih dibecandain!!kmu juga baru sbentar sama mr.X udah mau liburan ber2 bulan depan khan??!!katanya ga serius..!!' Saya(udah anti-klimaks betenya):'ah teserah kmu deh, asal kmu seneng!!ugh!!'

Hmm,,okay,,itulah kira secuil percakapan bodoh a la anak kecil antara saya dan dia. Silly. memang. mengingat kami berdua (harusnya) sudah berumur yang (mungkin) bisa dibilang dewasa. 23 jalan 24. Hahaha. Now im laughing. Saya tak tahu saya yang egois dan childish atau dia juga. Ah ya mungkin saya jauh lebih banyak. But in my whole love life i cant find a thing harder than getting over a long-term-possibly-feels-like-forever relationship. Seperti yang saya dan dia pernah jalanin. Well, he wasn't my first. Bukan pertama kali taksir-taksiran. Bukan pertama kali pacaran. Bukan pertama kali saya deeply in love juga. But so far he was my first ever whom I had a serious relationship with. and I know for sure it goes the same with him.Berapa tahun sih saya dan dia sama-sama? Ga tau. I refer it as countless. Nampaknya terlalu banyak pertengkaran. Terlalu banyak juga bagian yang menyenangkannya. Lulus SMA. dia ada di hidup saya. Milih kuliah. dia ada. Masuk kuliah. dia ada. Harus pisah karena kuliah beda kota. dia tetep ada. Saya lulus kuliah. Dia ada (and was my biggest supporter of all). Saya harus melanglang ke benua lain untuk menuntut ilmu. Dia tetep ada. Dia memasuki dunia kerja. Dia teteeep masih ada di hidup saya. Sampai saya akhirnya lulus s2. Dia ada (and still my number one supporter of all who always told me that i can make it). Jadi berapa tahun? saya beneran ga tau. Well, its not like we were always happy. We werent. always on and off. on and off. Dari satu perselingkuhan ke perselingkuhan lain pastinya. Dari lagu kacangan demi waktu-nya Ungu, yang katanya dulu bikin dia sedih karena selingkuh sampe lagu Hey there Delilah-nya white plain tee (atau siapalah penyanyinya saya ga tau) yang dulu pernah dia nyanyiin tepat bersamaan when i heartlessly cheated on him from thousand miles away. Walaupun eventually, saya dan dia slalu saling memaafkan. well at least itu yang kami masing-masing perlihatkan.

Yah begitulah komedi percintaan saya dan dia. Sama seperti rollercoaster. naik turun. on and off. come and go. Tapi yang pasti saya dan dia sama-sama tau is that whatever happens there wont be any future that would list me and him as an item. Sama seperti menentang alam. ditambah saya dan dia sama-sama menganggap tanpa restu orang tua itu yah sama saja menentang alam. belum lagi ditambah masalah-masalah internal yang slalu bentrok dengan ego. Jadi yah, as far as we're concerned. itu Mission Impossible. Kecuali Tuhan berkata lain, mungkin.Hmm,,dia ya dia...possibly the only person exists so far who can dive into my complicated mind, bipolar disorder behavior and world-winning ego...

Kembali lagi ke saya dan perang ego saya.Saya juga bingung. Kenapa menjadi seorang ordinary human itu sulit skali? how is it to ditch those f*ckin ego? Ketika memutuskan untuk memasuki hubungan baru. Yang saya pikirkan cuma hari ini, bukan besok. Typically me. Miss-always-planning-things-but-hardly-organize-a-thing. Then suddenly it freaks me out finding out than I'm involved in a new relationship and he possibly is as well. And I know he was sort of astounded as well when he heard the news. yah..saya dan dia sama-sama punya issue dlm masalah getting over the past mungkin. tak tahu juga...

Bagaimana melawan ego ini?saya juga tak tahu...bukannya saya tak mau dia bahagia..hanya this sense of belonging terhadap dia memang susah dihilangkan..Hmm.I just want him to know that whatever he chooses, I just want him to be happy like he always wants me to be happy. I know he had worked so hard to give me my happiness and I'm hoping this time is gonna be his turn for happiness..And we shall just cherish each other and all the joyful things in our heart instead of being hopelessly selfish by keep on bickering and whinging..I believe we've booked our memories special places in our heart. and move on with life...gracefully.

Dan saya tahu dia baca tulisan ini,,and possibly smile.

C'est tout pour maintenant, diary...

No comments: