9.26.2008

Bella dan Chico

It is so easy to see.....Dysfunction between you and me
We must free up these tired souls.....Before the sadness gets us both
I tried and tried to let you know......I love you but I'm letting go
It may not last but I don't know......Just don't know

If you don't know.....Then you can't care
And I show up.....But you're not there
But I'm waiting.....And you want to
Still afraid that I will desert you

Everyday............With every word whispered we get more far away
The distance between us makes it so hard to stay
But nothing last forever, but be honest babe
It hurts but it may be the only way

Lagu itu mengalun kencang dari laptopnya.
HMPH!
Bella beranjak dari tidur-tidur ayamnya dan berusaha mematikan Winamp playernya.
HANG.
"Sh***t ada-ada aja siyh ni laptop" Bella mengumpat dalam hati.
Laptop Bella hang. lagu tersebut tetap mengalun.
Bella terdiam.
Merenung. Mulai melamun. Mulai teringat. Mulai terngiang.
"Fokus donk Bell, buat apa siyh ngerenung2?!!" sebagian dari dirinya berteriak marah.
Tapi Bella tetap terdiam.
Tiap kata dalam lagu itu, terasa menimbulkan sesak di dada Bella.
Sesak karena teringat kembali...
Akan cinta yang kandas. Akan cinta yang hancur. Akan cinta yang busuk. Akan cinta yang MATI.

Sesak itu tak kunjung berhenti. Menjalar ke pembuluh air matanya.
Bella berusaha menahan.
Tapi matanya bergetar. Perlahan tapi pasti. Titik airmata mulai membasahi pipinya.

Nama dia CHICO.
Nama cinta yang kandas. Nama cinta yang hancur. Nama cinta yang busuk. Nama cinta yang mati.
Buat Bella, dulu Chico adalah segalanya.
Mataharinya. Bulannya. Oksigennya. Pelipur laranya. Bumi berputarnya. Madunya. Bahagianya. Mimpinya. Khayalnya.

Lagu itu masih mengalun. Bella masih terdiam. Mulai mengisak
Layaknya bom waktu. "Lemari khusus" dalam pikiran Bella tiba-tiba meledak.
Hancur berantakan dalam hitungan detik.
Satu tahun berbulan-bulan.
Bella menjadi penganut.
Penganut teori Represi.
(Repression theory: a theory that is used to describe when a person/a subject blocks out traumatic or painful times in one's life so that those memories become unavailable for recall. This theory was originated by Sigmund Freud, 1896. -many sources- )
Bella mem-blok semua ingatan akan Chico.
Seperti ajaran Freud. Ingatan tersebut disimpan Bella dalam "Lemari Khusus"
Dilupakan tapi tetap disimpan.
Dan sekarang.....BOOOOMMM! Lemari itu meledak.
Bella lagi2 berkhianat. Berkhianat dari apa yang dianutnya.
"Sh****TTT!" Bella mengumpat sambil terisak.

Nama dia CHICO.
Nama cinta yang kandas. Nama cinta yang hancur. Nama cinta yang busuk. Nama cinta yang MATI.

Otak Bella seakan mengebut. Berpacu kencang ke memori silam.
Kenapa kandas? Kenapa hancur? Kenapa busuk? Kenapa mati?
Buat Bella, dulu Chico adalah segalanya.
Mataharinya. Oksigennya. Pelipur laranya. Bumi berputarnya. Madunya. Bahagianya. Mimpi indahnya.
Tapi Bella rakus.
Bella tetap menunggu Bulan di malam hari. Walau matahari sudah menyinari siangnya.
Bella tetap mencari ruang sumpek. ruang sempit. walau oksigen telah dihirupnya.
Bella tetap mencari cara agar lara ada. agar Chico selalu melipurnya.
Bella tetap menginjak-injak rem dikakinya. agar buminya yang berputar, berhenti mendadak.
Bella tetap mencari dan menenggak racun, layaknya orang kesetanan. walau madu sudah di tangannya...
Bella tetap mencari derita. Walau bahagia dapat diraihnya.
Bella tetap menonton film horor sebelum tidur. dan Bella menikmati tiap mimpi buruk yang menghampiri tidurnya.walau mimpi indah setia membuai tidurnya...

Isakan Bella semakin kencang.
Bella ingin berhenti. Tapi tak kuasa.
Ingat akan Chico. Cintanya yang kandas. Cintanya yang hancur. Cintanya yang busuk. Cintanya yang mati.

Bella tahu dia insatiable. Bella tak pernah puas. tak tahu dan tak mau tahu.
Apakah dia dicinta atau tidak. Yang Bella mau tahu. Bella mencinta. tapi selalu kurang dicinta.
Bella tahu dia jalang pengkhianat. Bella berkhianat. Tapi dia tutup mata dan tutup hati. Yang bella mau tahu, Chico berkhianat. Bella sakit hati. Masalah Bella berkhianat, Bella tak mau peduli.
Bella tahu dia salah. Bella banyak salah. tahu tanpa mengakui. Yang Bella mau akui. Chico banyak salah. Kurang mencinta. Bermain gila dengan yang lebih belia.

Lagu itu tidak berhenti mengalun.
Tiga menit tujuh detik yang berubah layaknya satu tahun lamanya.
Bella Menangis. Sedih. berkeping-keping.
Dulu Bella biasa bermimpi.
Akan pernikahan putih. Penuh cinta dan asa. Indah nan suci.
Akan rumah mungil nan cantik. Lengkap dengan bayi2 lucu berjalan tertatih2 tertawa2 di pekarangan rumah.
Akan cinta tiada akhir. Yang katanya hanya malaikat pencabut nyawa yang dapat memisahkan.
Bella Menangis. Sedih. Berkeping-keping.
Mimpi Bella ikutan kandas. busuk. hancur dan mati.
Layaknya...
Cintanya yang kandas. Cintanya yang hancur. Cintanya yang busuk. Cintanya yang mati.

Lagu itu mulai mendekati lirik akhirnya.

Bella menarik nafas. Meresapi tiap perih yang dirasanya.
Perih yang membunuh egonya. Perih yang meluruhkan angkuhnya.
Tanpa Chico, Bella gamang. Hilang pegangan. Hilang arah. Hilang kompas.
"Ah chico chico...andaikan kamu tau penyesalan aku...."
"Ah chico chico....andaikan aku dapat mengulang waktu...."

"Ah chico chico...andaikan kamu tahu berapa besar artimu untukku..."
"Ah chico chico...andaikan kamu maafkan aku....."
"Ah chico chico...andaikan....andaikan.......aaahhhh SH****T!!!"
Bella akhirnya mengumpat. Marah.
Bella menarik nafas. Kali ini mengumpat perihnya.
Menghentikan isaknya.
Bella tahu, penyesalan itu sama dengan kebodohan. Kebodohan sama dengan menyia-nyiakan otak cemerlang yang Tuhan anugrahkan padanya.
Bella tahu, Dia harus berhenti!
But we have not hit the ground
Doesn't mean we're not still falling, oh..
I want so bad to pick you up
But you're still too reluctant to accept my help
What a shame I hope you find somewhere to place the blame
But until then the fact remains
Everyday
With every word whispered we get more far away
The distance between us makes it so hard to stay
Nothing last forever, but be honest babe
It hurts but it may be the only way*

Lagu itu pun berakhir.
Bella terdiam. Merasa bodoh.
Bella mengusap seluruh mukanya. Tangisnya berhenti.
Bella menengadahkan kepalanya.
Mengembalikan keangkuhannya.
Menghidupkan kembali egonya.

Membangun kembali "lemari khusus"-nya.
Menidurkan kembali ingatannya.

Menyuntik mati Chico dalam hati dan otaknya.
C H I C O
Cintanya yang kandas.

Cintanya yang hancur.

Cintanya yang busuk.

Cintanya yang MATI.


Bella beranjak menuju colokan listrik didekatnya.
Bella mematikan laptopnya dengan paksa. Mencabut kabelnya.
Lalu Bella kembali menyusup ke dalam selimut merah jambunya.
Bella pejamkan mata.

Ia pun akhirnya tertidur.



* Nothing lasts forever by Maroon Five




-Senayan City, 250908-
[All characters are nonexistent. Cerita ini hanya rekayasa penulis]



2 comments:

Unknown said...

i love that picture. pas bgt.

Anonymous said...

keknya konsep represi bs buwat ide gw d tgs penelitian gw (thanks for reminding)...

xoxo
-D-